Pemerintah Daerah Berjalan Baik Jika Tiga Pilar Utama Dijalankan

60
Suasana Dialog dan temu Usaha di Kab Keerom di Grande Hotel Arso II, Distrik Arso, Kab Keerom
Suasana Dialog dan temu Usaha di Kab Keerom di Grande Hotel Arso II, Distrik Arso, Kab Keerom

KEEROM, PapuaSatu.com –  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kabupaten Keerom menyelenggarakan Dialog Investasi dan Temu Usaha serta Sosialisasi Submision Ris Based Approachi (OSS-RBA) bagi para Pelaku Usaha di Kabupaten Keerom Tahun 2023 di Grande Hotel Arso 2, Kampung Yuwanain, Distrik Arso, Kab Keerom, Selasa (19/9).

Dalam Temu Usaha antara Pemda Kabupaten Keerom dengan Para pengusaha di Kabupaten Keerom dibuka oleh Wakil Bupati Keerom Drs. Wahfir Kosasih.

Wakil Bupati Keerom Drs. Wahfir Kosasih mengungkapkan, pemerintah daerah dapat berjalan dengan baik jika ditopang dengan tiga pilar utama, yaitu pemerintahan itu sendiri, para pengusaha atau investor dan adat bersama tokoh agama yang ada diwilayah tersebut.

Sehingga dalam dialog temu usaha kali ini akan dilakukan diskusi dengan para investor yang ada di Kabupaten Keerom.

Hal itu diungkapkan Wahfir Kosasih saat menyampaikan arahanya pada pembukaan Investasi dan Temu Usaha di Kabupaten Keerom.

“ Jadi tiga pilar ini untuk menopang jalanya pemerintahan di Kabupaten Keerom. apabila tidak berjalan pastinya pemerintahan di Kab Keerom tidak berjalan dengan baik,” ujar Wahfir Kosasih.

Selain itu, dalam Dialog Investasi dan Temu Usaha  di Kab Keerom untuk berdiskusi dalam menyikapi permasalahan yang mencul dalam berinvestasi yang akan dilaksanakan maupun yang sedang berlangsung selama ini di Kab Keerom.

“Dialog dan Temu Usaha ini dianggap sangat penting dalam membangun komitmen bersama serta mencari solusi terhadap permasalahan yang ada untuk menghasilkan keputusan- keputusan tersebut, baik terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam meningkatkan kegiatan Invetasi di Kab Keerom,” katanya.

Menurut Wahfir, Kab Keerom sejatinya sangat potensial secara alami, hanya saja Pemerintah tidak diberikan kewenangan memberikan ijin sehingga Pemda Kab Keerom kehilangan potensialnya.

“Hutan kita di Keerom yang sangat lebat tetapi tidak diberikan kewenangan dan tidak mendapatkan bagian sedikitpun, tetapi kewenangan itu berada di Pemerintah Provinsi Papua,” bebernya.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Terpadu Satu Pintu Kab Keerom, Vinsansius Jehandu mengatakan, pelaksanaan Dialog Temu dan Usaha di Kabupaten Keerom telah dilaksanakan dua tahun berturut- turut, sehingga diharapkan dapat menghasilkan potensi- potensi yang bermanfaat bagi masyarakat di Kab Keerom.

Disamping itu, para pengusaha ini dapat memahami aturan- aturan yang ada tentang perizinan , terutama ijin- ijin usaha yang ada di Kabupaten Keerom.

Sementara Ketua Panitia  Yaneke Komboy mengatakan, terkait persoalan investasi di Kab Keerom ada lima hal yang menjadi stretegis di Kab Keerom, yaitu belum optimalnya sinergitas program pembangunan lintas sector baik itu kebudayaan dan pariwisata, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan, belum optimalnya  keterpaduan dan penataan serta pemasaran dan promosi.

Selain itu, belum tersedianya sarana dan prasarana Infastruktur yang mamadai sesuia kebutuhan investor. Untuk itu sangat dibutuhkan strategi informasi, penguatan basis data serta penciptaan iklim yang kondusif bagi investor.[redaksi]