
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kota Jayapura Periode 2026-2031 resmi dilantik di Hotel Grand Abepura pada Jumat (28/8/2026).
Prosesi pelantikan ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) serta bendera pataka kepada ketua dan jajaran pengurus yang baru.
Pemerintah Kota Jayapura mendorong pengurus YJI yang baru dilantik untuk segera membangun sinergi dan merubah pola pikir (mindset) masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan jantung secara mandiri.
Wakil Walikota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM, menyampaikan selamat sekaligus memberikan catatan penting bagi kepengurusan baru. Berdasarkan data dari berbagai pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Jayapura, potensi warga yang berisiko mengalami serangan jantung tergolong sangat tinggi.
“Penyakit jantung masuk dalam kelompok tiga besar penyakit yang perlu diwaspadai di puskesmas kita. Pemerintah meminta pengurus baru gencar melakukan sosialisasi dan edukasi guna mengubah pola pikir warga yang biasanya baru memeriksakan diri ketika sudah jatuh sakit,” ujar Rustan Saru saat ditemui wartawan seusai acara pelantikan.
Terkait dukungan operasional, Rustan menegaskan komitmen Pemkot Jayapura dalam memberi ruang bagi organisasi sosial kemasyarakatan.
“Langkah awal, YJI Kota Jayapura harus mendaftarkan organisasinya ke Kesbangpol. Setelah itu, silakan ajukan permohonan hibah bantuan, baik untuk fasilitas sekretariat maupun anggaran program kerja yang bersinergi dengan pemerintah daerah,” tambahnya.
Ketua Yayasan Jantung Indonesia Provinsi Papua, Ny. Suzana Wanggai, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi momentum krusial untuk memperluas jangkauan informasi kesehatan jantung. YJI Papua berkomitmen menekan tingginya angka kasus penyakit jantung di wilayah Papua, khususnya Kota Jayapura.
“Tujuan utama kita adalah memperkuat aspek promotif dan preventif. Kita kampanyekan pencegahan sejak dini. Jangan sampai sudah masuk tahap kuratif (pengobatan) baru kita sibuk mencari jalan keluar. Kita tidak bisa menutup mata bahwa kasus penyakit jantung di sini cukup tinggi,” jelas Suzana.
Suzana optimistis kepengurusan baru ini akan langsung bergerak aktif menyusun program-program nyata di lapangan demi mewujudkan masyarakat Papua yang sehat, produktif, cerdas, sejahtera, dan harmoni.
Sasar Anak Sekolah Melalui Edukasi dan Senam JantungGuna merealisasikan target pencegahan tersebut, Ketua YJI Kota Jayapura yang baru dilantik menjelaskan strategi taktis organisasi.
Struktur kepengurusan periode ini secara sengaja melibatkan lima kepala dinas sebagai dewan penasihat, termasuk Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda), bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura.
“Kami menarik Dinas Pendidikan masuk ke dalam jajaran penasihat karena program kerja kami akan langsung menyasar anak-anak sekolah. Kami akan masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi pentingnya menjaga jantung sehat sejak usia muda,” ungkap Ketua YJI Kota Jayapura terpilih.
Selain menyasar institusi pendidikan, YJI Kota Jayapura siap menggandeng sektor pemerintah maupun swasta untuk membudayakan gaya hidup sehat.
“Kami akan menggalakkan olahraga bersama melalui senam jantung sehat. Gerakan senam ini mungkin terlihat sederhana atau dianggap remeh sebagian orang, namun khasiat kemanfaatannya bagi kesehatan jantung sangat luar biasa,” pungkasnya.[redaksi]










