Polisi Bersama Pemerintah Dan Stakehoder Terus Bersinergi Beri Imbauan dan Penegakan Protokol Kesehatan Secara Humanis

Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw saat mengunjunga Sekretariat Kampung Tangguh RM Papeda di Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura
Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw saat mengunjunga Sekretariat Kampung Tangguh RM Papeda di Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura (foto/istmewa)

SENTANI, PapuaSatu.com – Sejak Kapolda Papua untuk kedua kalinya pada Oktober 2019, dipimpin Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, personil di lngkungan Polda Papua diinstruksikan untuk mengutamakan Senyum, Sapa dan Salam (3S) dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.

Seperti diungkapkan dalam amanat Kapolda Papua pada Operasi Zebra Matoa 2019 hari Rabu (23/10), Kapolda Papua Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw meminta personil kepolisian untuk selalu mengutamakan keramahan dalam menjalankan tugasnya.

“Ini penting untuk meminimalkan terjadinya hal yang tidak diinginkan,” tegas Kapolda Waterpauw.

Hingga saat ini pun personil kepolisian yang memiliki tugas utama sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, terus dituntut untuk mememberi pelayanan kepada masyarakat dengan sikap 3S tersebut, yang diistilahkan dengan sikap humanis.

Dan di dalam menjalankan tugas mendisiplinkan warga untuk mematuhi protokol Covid-19, aparat kepolisian bersama unsur terkait di dalam Gugus Tugas Covid-19, juga dituntut untuk melaksanakan secara humanis.

Hal itu sebagaimana disampaikan Kapolri dalam amanatnya yang dibacakan Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Alfred Papare S.IK. pada apel kesiapan Bhabinkamtibmas dan tenaga kesehatan sebagai Tracer dan Vaksinator Covid-19 di Taman Yos Soedarso Imbi, Kota Jayapura, Kamis (11/02/21)

“Saat ini, kita harus bisa mensukseskan program vaksinasi nasional dengan diiringi konsistensi penegakan disiplin terhadap protokol kesehatan secara humanis dan tegas, tentunya dengan tetap selaras upaya mewujudkan Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujar Kapolri.

Dalam aplikasinya, aparat kepolisian pun memelopori dengan membentuk kampung tangguh Covid-19 dan membentuk posko pembatasan wilayah berskala mikro di sejumlah wilayah, yang dinamakan Posko Satgas Covid-19 PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Posko tersebut telah resmi dibentuk di sejumlah tempat, diantaranya ada di Kelurahan VIM, Distrik Abepura, Kota Jayapura dan untuk di Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, dinamakan Sekretariat Kampung Tangguh RM Papeda, serta ada sejumlah kampung tangguh Covid-19 di bagai daerah lainnya.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Macbon saat dikonfirmasi mengungkapkan, pendirian Sekretariat Kampung Tangguh RM Papeda dalam menyukseskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kelurahan Bondosolo, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, merupakan sinergitas yang terjalin antar berbagai institusi atau lembaga, yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Jayapura.

“RM Papeda itu kan jaringan komunikasi ya. Jadi kalau ada yang suspect nanti mereka bisa komunikasikan,” ungkapnya kepada papuasatu.com via seluler, Sabtu (21/02/21).

Infografis perkebangan Covid-19 di Kabupaten Jayapura
Infografis perkebangan Covid-19 di Kabupaten Jayapura (sumber : Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jayapura)

Kepada warga yang diketahui berstatus suspect akan dijemput, dan ditanyakan mau melakukan isolasi mandiri atau dirawat di rumah sakit atau di Puskesmas.

Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk pemberlakukan PPKM, pelaksanannya bersinergi dengan provinsi, karena hal itu ada di wilayah Kota Jayapura dan Keerom.

“Nanti akan dirapatkan lagi terkait PPKM untuk menentukan batasan waktu dan juga batasan kegiatan,” jelasnya.

Sehingga, saat ini masih bersifat imbauan atau sosialisasi, sambil menertibkan masyarakat agar lebih patuh pada Protokol Kesehatan.

PPKM yang dibentuk di tingkat RT/RW, kelurahan atau kaampung, yang operasionalnya dilaksanakan bersama antara Bhabinkamtibmas, Babinsa serta lurah atau kepala kampung, yang diharapkan dapat melakukan aktivitas kegiatan mikro langsung  ke RT/RW.

Sehingga dapat lebih cepat diketahui bila ada masyarakat yang terindikasi OTG (Orang Tanpa Gejala) ataupun yang terpapar Covid-19, dan dapat diambil langkah-langkah yang cepat untuk meminimalisir atau membatasi meluasnya Covid-19 di Papua.

Dan terkait penegakan protokol kesehatan, Kapolres Victor Macbon mengungkapkan, bahwa pihaknya setiap hari menurunkan satu pleton personil untuk melakukan sosialisasi atau imbauan secara humanis ke berbagai tempat di Kabupaten Jayapura.

“Untuk penegakan protokol kesehatan, Polisi bersama TNI dan unsur lainnya bersinergi mem-bac up, dan yang di depan adalah Sat Pol PP,” ujarnya.

“Tetapi kalau ada daerah atau lokasi yang terpantau tidak patuh, tentu kita lakukan penegakan hukum dengan memberikan sanksi sesuai Perda, baik berupa hukuman sosial ataupun denda,” ujarnya lebih lanjut.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Khairul Lie kepada awak media mengungkapkan bahwa penambahan kasus positif Covid-19 masih terus terjadi.

Dalam satu minggu terakhir (Senin-Sabtu) tercatat ada penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jayapura 13 kasus, yang satu kasus diantaranya merupakan warga Kelurahan Dobonsolo yang sedang diterapkan PPKM.

Ucapan teima kasih disampaikan salah satu warga di Sentani, Fauzan Elzaman atas kinerja aparat kepolisian bersinergi dengan pemerintah dan stakhoder dalam mengatasi berbagai masalah di masyarakat.

“Tentu kami warga Sentani sangat berterima kasih terhadap pihak kepolisian, mulai dari Bhabinkamtibmasnya, dan para pimpinannya, Kapolres, Kapolda dan Kapolri yang banyak berperan dalam upaya penanggulangan penularan Covid-9 dan berbagai dampaknya bagi masyarakat,” ungkapnya saat dihubungi via seluler, Selasa (23/02/21).

Dikatakan, pelayanan yang cepat, tanggap dan ramah dari pihak kepolisian yang bersinergi dengan pihak TNI dan stakeholder lainnya dirasakan sangat membantu warga.

Hal itu tidak saja terkait Covid-19, tapi juga berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi warga.[yat]