
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sebanyak tujuh ribu lebih peserta jemaat dari tiga klasis masing-masing, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom, menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun ke-60 Tahun Kemah Injil (KINGMI) di tanah Papua, Rabu 06 Oktober 2022 di lapangan Venue Panahan, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura.
Perayaan HUT ke-60 tahun KINGMI di tanah Papua ini di tandai dengan ibadah syukur dan pemotongan kue oleh ketua Ketua Sinode Kingmi di tanah Papua, Pdt. Tilas Moom, S.Th., MA, dan ketua Klasis Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan pelaku sejarah berdirinya Gereja Kingmi di tanah Papua.
Diketahui bahwa Gereja Kingmi di tanah Papua berdiri sejak tahun 1962 silam di Kampung Beoga, Kabupaten Puncak Papua hingga kini telah melebarkan sayap di seluruh tanah Papua.

Ketua Sinode Kingmi di tanah Papua, Pdt. Tilas Moom, S.Th., MA dalam sambutannya mengatakan, dirinya mengucap syukur kepada para pelaku sejarah Gereja Kingmi di tanah Papua. “Dari tahun 1962-2022 ini Gereja Kingmi di tanah Papua sudah, sehingga mengucap syukur kepada ketua-ketua Sinode sebelumnya,” katanya.
Karya para ketua-ketua sinode sebelumnya begitu luar biasa terjadi di Kampung Kecil (Beoga Kabupaten Puncak). “Sekarang jerih payah para pendiri sudah bisa kisa saksikan di Kampung Harapan ini lewat Ibadah syukur perayaan HUT ke-60 tahun,” ujar Pdt Tilas.
Terima kasih juga disampaikan Pdt. Tilas kepada Ketua klasis Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom yang telah mengembalikan Gereja Kingmi di tanah Papua. “Kejayaan Kingmi sudah kita saksikan setelah 60 tahun. Itu berkat dari para Ketua Klasis dan termasuk kepada Panitia yang menyelanggaran acara ibadah Syukur ini,” cetus dia.
Pdt. Tilas menegaskan bahwa Gereja Kingmi di tanah Papua bukan lagi usia muda akan tetapi sudah masuk usia tua. “Hal ini menjadi pekeraan rumah bagi kami untuk meneruskan sampai genap 100 tahun dan akan dilanjutkan oleh penerus,” ujarnya.
Gereja Kingmi di tanah Papua, lanjut Pdt. Tilas harus bangkit dan maju sehingga lewat gereja ini bisa melahirkan orang-orang handal baik di pemerintahan, perusahaan, Profesor dokter dan lain sebagainya.
“Fragmen yang dilakukan oleh kaum milenial tadi-Red adalah suatu kebangaan bagi seluruh Gereja Kingmi. Namun saya harap Fragmen ini terus di tingkatkan dengan berbagai ide baru. Kita jangan lagi mundur, tapi maju dan menata ke depan. Kita harus mulai di Kampung harapan ini,” pesan Pdt. Tilas.

Ketua Panitia Penyelanggara, Pdt. menyampaikan bahwa kegiatan ini hari ini sangat luar biasa karena dapat sambutan dan apresiasi baik dari Ketua Sinode Kingmi Papua dan para pendiri sejarah berdirinya Gereja Kingmi di Tanah Papua.
“Kegiatan hari ini bisa sukses berkat kerjasama dari seluruh panitia seksi acara dan campur tahan Tuhan. Saya selaku Ketua panitia mengucapkan terimakasih kepada teman-teman panitia,” ujarnya.
Dikatakan, ibadah syukur hari ini dihadiri oleh tiga klasis di wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keera. “harusnya ada 5 klasis namun karena dua klasis ini sangat jauh sehingga tiga klasis yang hadir untuk merayakan Hut ke-60 Kingmi di tanah Papua,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, pesan moral disampaikan Koordinator Mamta, Semuel Tabuni. Ia berpesan agar seluruh umat mempertahnan Gereja Kingmi di tanah Papua karena Gereja ini merupakan sebuah kehormatan bagi orang Papua.
Semuel sempat menyampaikan kekecewaan karena tidak ada kebersamaa dan persatuan. Hal ini terjadi karena ada orang lain mengacaukan. “Oleh karena itu, saat ini kita harus berjuang karena kalau tidak gereja ini mau dibawa kemana. Mari, kita jangan putus asa. Kita harus berjuang menjaga dan mempertahankan Kingmi di tanah Papua,” pungkasnya.
Sementara itu, persiapan acara Ibadah Syukur perayaan HUT ke-60 tahun Gereja Kingmi di tanah Papua ini, semua umat Tuhan ikut berpartisipasi dalam membantu menyelanggarakan mensukseskan kegiatan, dari awal hingga selesai acara.

Sementara itu, Anggota DPR Papua memberikan apresiasi atas perayaan Hari Ulang Tahun Gereja Kemah Injil (KINGMI) di tanah Papua, yang berlangsung di Kampung Harapan, distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura-Papua.
“Ini merupakan pertama kali dilakukan ibadah Gabungan dari 3 Klasis. Dan hari ini sangat luar biasa sehingga bisa berjalan dengan sukses. Ibadah syukur hari ini harus dihadiri 4 Klasis, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Sarmi. Namun karena Klasis Sarmi Jauh, maka hanya tiga klasis yang hadir pada perayaan Ibadah Sukur perayaan Gereja Kingmi di tanah Papua,” paparnya.
Nikius yang juga selaku Koordinator acara penyelanggara menyampaikan bahwa suksesnya perayaan Ibadah Syukur HUT ke-60 Tahun Gereja KINGMI yang berlangsung di Kampung Harapan ini bukan merupakan kehabatan manusia atau para panitia, tetapi merupakan campur tangan Tuhan sehingga bisa berjalan dengan lancar.
Oleh karena itu, dirinya selaku pewarkilan rakyat Papua mengajak agar seluruh hamba-hamba Tuhan dan umat Tuhan agar terus bangkit untuk memuliakan nama Tuhan. “Kita harus star untuk memuji nama Tuhan dengan bebas,” ujarnya.
Melalui ibadah ini, Nikius juga mengajak seluruh milenial agar mengambil keputusan bahwa hari ini Miras, Pencurian, mabuk sudah harus di hilangkan. “Kita harus menata ke depan untuk memuliakan nama Tuhan dengan kita melibatkan diri dalam pelayanan,” ujarnya.
Nikius mengakui bahwa melalui wadah untuk pelayanan altar yang sudah dibentuk selama ini sudah ada kemajuan. “Buktinya kegiatan hari ini, hampir semua kaum milenial melibatkan diri untuk melayani. Saya harap ini terus di tingkatkan,” ujarnya. [redaksi]










