Sanggar Honai Buka Kelas Pemuda Papua Multi Seni di Jayapura

Caption: Albertus Ongen suasana mengajar pelajaran Seni Peran dan seni Tari pada siswa Honai Class Action di Aula BKKBN Kotaraja Jayapaura Jumat, 2/10/2020
Caption: Albertus Ongen suasana mengajar pelajaran Seni Peran dan seni Tari pada siswa Honai Class Action di Aula BKKBN Kotaraja Jayapaura Jumat, 2/10/2020

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Salah satu komunitas seni budaya di Jayapura Sanggar Honai, membuka Program Honai Class Action yang dimulai sejak tanggal, 2 Oktober 2020.

Program Honai Class Action yang terdiri dari kelas seni Teater, seni Tari, seni Musik, Vocal, Mc, Make Up, Fashion, dan seni-seni lain diangkat dari nilai budaya serta jati diri bagi anak muda Papua.

Pimpinan Sanggar Honai, Jefri Zet Nandisa menjelaskan bahwa Class Honai Action tersebut dibuka khusus anak muda Papua dengan tujuan pemuda Papua bisa menjadi Multi Seni pada era globalisasi di kota Jayapura maupun Papua pada umumnya.

Honai Class Action ini salah satu program dari sanggar Honai. Dimana menurut Jefri, bahwa di era globalisasi muncul berbagai aplikasi, media sosial sehingga banyak kesempatan anak-anak muda membuat konten yang modern, yang dimulai dari barat.

“Jadi kenapa kita tidak mengajarkan anak-anak generasi, yang dimulai dari siapa kita, identitas kita dan tradisi budaya kita. Dengan itu, generasi muda Papua ini bisa memviralkan  siapa mereka yang sebenarnya,” ungkap Jefri Kepada PapuaSatu.com di Kotaraja, (Senin 5/10/2020).

Jefri yang juga sebagai Dosen ISBI Tanah Papua  itu menuturkan, generasi muda yang ada sekarang membuka kelas khusus agar bisa nyanyi, bisa menari, acting, MC dan mem Make-up diri mereka sendiri. “Artinya, nanti mereka akan jadi siap serba bisa dengan harapan bisa mempertunjukan multi talen hingga dari pembuatan film, sinetron dan generasi yang siap,” ujarnya.

Dalam program ini, pihaknya juga melibatkan BKKBN untuk meminta masukan dan saran untuk menjawab persoalan-persoalan yang ada sekarang.

Sementara pengajar, melibatkan beberapa komunitas action, baik dari Dosen ISBI dan beberapa yang profesional di bidang Action.  “Memang kami buat dengan tidak punya apa-apa tapi kami bangun dengan niat untk membuat sesuatu demi memajukan generasi muda di tanah Papua,” tukasnya.

Sementara pelajaran perdana pada siswa kelas perdana seni teater dan Seni tari, dapat diajarkan oleh Albertus Ongen, S.sos dari Guru Kesenian SMAN 4 Jayapura dan anggota aktif di sanggar Honai.

Ongen dipercayakan untuk mengajarkan pada pelajaran perdananya  karena diketahui memiliki segudang pengalaman di bidang seni khususnya bidang seni peran, tari, dan kesenian lainnya sebagai pelestarian nilai budaya Papua untuk mengisi event-event di tingkat daerah maupun di nasional.

Guru SMAN 4 itu mengatakan pelajaran seni peran dan tari tersebut diawali dengan senam wajah, dan ekspresi karakter masing-masing siswa didiknya di aula BKKBN Kotaraja Jayapura Papua Jumat, 2 Oktober 2020.

“Saya mengajar pada siswa kelas Seni Peran dan Tari hanya memberikan pelajaran sebagai gambaran saja, karena saya pernah mengajarkan pelajaran seni peran, ekspresi atau emosi yang diajarkan itu sulit untuk disadarkan kembali. Sehingga dengan pengalaman itu kali ini durasi pelajaran seni peran ini hanya teori dan prakteknya sedikit saja,” ujar Ongen.

Guru yang sudah lama menjadi pengajar seni di Papua itu berharap anak-anak Papua yang sudah memiliki banyak talenta di bidang seni perlu dilatih agar mereka lebih mengenal kepribadian yang dimilikinya. Dan pihaknya siap membina mereka yang sudah terdaftar sebagai siswa berbakat seni di Komunitas Honai Papua.

“Saya sudah melihat bahwa anak-anak Papua yang begitu banyak memiliki Talenta Seni, tapi sayangnya di Jayapura ini kurang adanya wadah untuk mereka ini berekspresi seni. Jadi selama ini ruang yang merupakan tempat kami berekspresi itu hanya di sekolah dan di pinggiran-pinggiran jalan saja, maka saya berharap sanggar Honai ini dapat membentuk karakter anak Papua ini lebih baik lagi,” harap Ongen. [miki]