Satgas Ops Damai Cartenz 2025 dan Opnal Polda Papua Berhasil Ungkap Jaringan Penyuplai Senjata Api untuk KKB

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Eks personil TNI yang telah dipecat dan menjadi jaringan pemasok senjata api ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Puncak Jaya berhasil diringkus saat hendak memasok 6 pucuk senjata api dan 882 butir amunisi.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin mengungkapkan, bahwa dari pengungkapan jaringan tersebut berhasil ditangkap seorang mantan anggota TNI bernama Yuni Enumbi saat akan memasok senjata api ke KKB pimpinan Lerimayu Telenggen.

Penangkapan dilakukan setelah tim melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) yang cukup lama, dan didapat informasi fix bahwa kendaraan yang dipakai membawa senjata api untuk dipasok ke KKB akan melintasi wilayah Keerom.

“Dan tepat pada tanggal 6 Maret 2025 pukul 22.50 WIT di KM76 Kabupaten Keerom (antara Distrik Waris dan Senggi) berhasil dilakukan penangkapan,” ungkap Kapolda didampingi Kepala Ops Damai Cartenz 2025, Brigjen Faizal Ramadhani kepada wartawan, Sabtu (8/3/25).

Tersangka Yuni Enumbi diamankan bersama dua orang lainnya, Yudhi Kalalo (sopir lajuran) dan Matius Payokwa (helper) dan langsung ditahan di ruang tahanan Polda Papua.

Berikut barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka Yuni Enumbi.

A. 1 unit air compressor bertuliskan UNITED warna biru, yang didalam tabungnya berisikan 2 pucuk senjata api laras panjang jenis ss1 dalam keadaan belum terangkai; 4 pucuk senpi pendek jenis pistol G2 Pindad; 4 buah magazen SS1; 5 buah magazen pistol G2 Pindad; 632 butir amunisi call 5,56 MM/5TJ; 250 butir amunisi call 9 MM.

B. Senapan angin 1 pucuk, dalam keadaan belum terangkai berikut 1 paket laser senter + mounting, 1 teleskop + peredam untuk senapan angin, 1 popor kayu warna coklat untuk senapan angin, 1 laras dan tabung senapan angin.

Barang bawaan lainya yang juga jadi barang bukti diantaranya : 1 unit handphone ( Vivo Y19S), 1buah pompa, 1 tas angin, 1 kunci t, 1 paket gurinda portabel, 1 tas senjata senapan angin warna loreng coklat, tas gendong warna coklat, dan tas selempang warna loreng gurun berisi identitas diri dan kartu ATM.

Aparat gabungan juga menyita uang tunai dari rekening milik tersangka Yuni Enumbi sebesar Rp. 369.600.000,00 (Tiga Ratus Enam Puluh Sembilan Juta Enam Ratus Ribu Rupiah).

Upaya memasok senjata api tersebut tergolong rapi, karena senjata api dan amunisinya dimasukkan ke dalam kompresor, yang secara total dibeli langsung oleh tersangka Yuni Enumbi di Jawa dengan harga Rp.1,3 milyar.

Kapolda mengungkapkan bahwa tim yang dikirim ke Jawa sedang berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai pihak yang membantu tersangka dalam mengemas senjata api dalam kompresor.

Demikian juga penyandang dana yang diserahkan kepada tersangka untuk membeli senjata api tersebut.

Dalam proses penyidikan, aparat terkendala karena tersangka bungkam atau tidak mau mengungkap soal penyandang dana ataupun pihak-pihak membantu dalam pembelian senjata api buatan Pindad serta pihak yang membantu membongkar tabung kompresor dan kemudian menutup kembali dengan rapi.

Yang mana, 6 pucuk senjata api dan amunisi produksi PT. PINDAD; (Persero) dimasukkan dalam tabung kompresor dan oleh tersangka dikirim menggunakan ekspedisi kapal laut dari Jawa ke Jayapura.

Dan oleh tim gabungan berhasil digagalkan sebelum sampai ke tangan KKB di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Pegungan.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, memberikan apresiasi atas kerja keras tim dalam menggagalkan penyelundupan ini.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras tim, kami berhasil menggagalkan penyelundupan berbagai jenis senjata dan amunisi yang rencananya akan disuplai kepada KKB di Puncak Jaya,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan operasi ini, diharapkan upaya kelompok bersenjata dalam memperoleh persenjataan ilegal dapat ditekan, sehingga stabilitas keamanan di Papua semakin terjaga.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menambahkan bahwa operasi ini masih berlanjut.

“Keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari penyelidikan lebih lanjut. Kami akan terus menelusuri asal-usul senjata ini dan siapa saja yang terlibat,” ujar Kombes Yusuf.[yat]