Semangati Ksatria Tengkorak, Jenderal TNI Sri Widodo Datangi Semua Pos Satgas YPR 305 Kostrad Di Intan Jaya

33

INTAN JAYA, PapuaSatu.com – Kolaborasi Satgas TNI-Polri yang terjalin semenjak kehadiran pasukan Kostrad dari Karawang, telah berhasil menyulap Intan Jaya menjadi daerah yang kondusif.

Selaku Komandan Komando Resort Militer (Korem) 173/PVB, yang sekaligus merupakan Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dan Kolakops), Brigjen TNI Sri Widodo sengaja datang ke Intan Jaya untuk menemui langsung para Ksatria Tengkorak Satgas YPR 305 Kostrad. Kedatangan Jenderal yang lama berdinas di Korps baret merah, Kopassus ini, tentunya semakin menggelorakan semangat para Ksatria Kostrad pimpinan Letkol Inf Ardiansyah yang biasa dijuluki Raja Aibon Kogila. Didampingi oleh Kolonel Inf Andi Amin, lulusan Akabri tahun 2000 dan Mayor Arm Teuku Syahdinar, putra Aceh yang lama berdinas di satuan Intelijen, sang Jenderal begitu bersemangat dan bangga dengan kinerja para Ksatria Tengkorak yang baru tiga bulan menjalankan tugas di Intan Jaya, tanah Papua. Minggu (18/12/2022).

Setelah kemarin Mayjen TNI Boby Rinal Makmun selesai mengunjungi Intan Jaya, kali ini giliran Brigjen TNI Sri Widodo, selaku Dankolakops Satgas Yonif PR 305/Tengkorak berkesempatan mengunjungi Intan Jaya.

Sang Jenderal bersama dua perwira kepercayaannya, tiba di Bandara Bilorai, setelah sekitar 45 menit menikmati pemandangan dari udara Papua. Para punggawa pasukan TNI-Polri menyambut sang Jenderal yang turun dari pesawat dengan senyum sumringah. Raja Aibon, Dandim Nabire dan Kapolres Intan Jaya serta Kapten Puji alias Bos Mamba disalami satu persatu oleh sang Jenderal.

“Beliau kesini untuk melihat secara langsung apa yang kita lakukan. Sekaligus ingin menyemangati kita semua. Karena itu, siapkan yang baik. Apa adanya saja,” ucap Ardy si Raja Aibon saat memimpin rapat Staf dan para Komandan Pos sebelum kedatangan sang Jenderal.

“Wah, ini harusnya istri saya diajak juga. Ini bukan Pos, ini megah banget,” ucap sang Jenderal sambil tersenyum setelah tiba di Pos J2, pimpinan Komandan Wira.

Setelah menyapa dan menyemangati para prajurit di Pos J2, oleh Dandim Nabire, sang Jenderal diajak menjumpai masyarakat di Kampung Wandoga.

Di kampung ini, sang Jenderal sengaja datang untuk mendengar secara keluh kesah masyarakat. Sejumlah bahan kebutuhan pokok yang telah disiapkan, diserahkan oleh sang Jenderal kepada warga. Gembala Yakobus Sondegau mewakili masyarakat Wandoga menerima buah tangan dari sang Jenderal.

“Yang biasa bantu kita disini cuma Bapa-Bapa TNI, Polisi dan Kesehatan. Yang lain-lain tidak ada. Terima kasih Bapak. Tuhan memberkati,” ucap Bapak Nurbertus Sondegau, Kepala Desa Yokatapa yang juga hadir di Wandoga, dalam sambutannya dihadapan semua yang hadir di lapangan depan Gereja.

Selepas dari Kampung Wandoga, sang Jenderal diajak berkeliling ke Pos-pos para Ksatria Tengkorak. Dari Pos Holomama, Pos Kodim Persiapan hingga Pos Mamba. Begitu bangga sang Jenderal melihat semangat para prajurit Kostrad. Apalagi, dalam waktu yang relatif singkat, sudah banyak yang telah diperbuat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Intan Jaya.

Di Pos Kodim Persiapan pimpinan Lettu Inf Abdul Basyir, sang Jenderal takjub melihat program Ketahanan Pangan yang sedang dijalankan oleh Satgas YPR 305 Tengkorak. Mulai dari kebun jagung dan kacang tanah, kerambah ikan, peternakan ayam, pengembangbiakan babi hingga penyemaian Alpukat. Nampak raut wajah senang sang Jenderal dengan kinerja para prajurit Kostrad.

“Berarti ini dua tahun saja disini,” canda sang Jenderal kepada Raja Aibon diikuti tawa semua yang mendengar.

Dari Pos Kodim Persiapan, sang Jenderal berjalan kaki menuju Pos Mamba. Kendaraan yang telah disiapkan, bukannya ditumpangi. Namun justru dilewati saja, diperingatkan untuk ikut ke Pos Mamba di belakang rombongan sang Jenderal.

Setibanya di depan Pos Mamba, kembali sang Jenderal takjub melihat kreasi para prajurit Kostrad. Betapa tidak, tempat tinggal prajurit yang sebelumnya biasa-biasa saja, diubah layaknya istana. Semua dibuat indah dan nyaman untuk ditinggali. Ditambah lagi dengan hiasan pohon Natal, persis di depan gerbang Pos, yang dibuat indah demi memeriahkan perayaan Natal di Intan Jaya.

“Ada beberapa indikator dan kunci keberhasilan di daerah penugasan. Selain harus aman selamat sampai dengan selesainya penugasan, akan lebih sukses lagi jika kita bisa menarik saudara-saudara kita yang ada disana, turun kesini. Dengan operasi yang saat ini kita jalankan, harapannya  kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan aman dan damai. Itulah beberapa indikator keberhasilan kita. Jika masing-masing orang memiliki pemikiran seperti itu, InsyaAllah akan dimudahkan oleh Allah. Kegiatan-kegiatan kalian itu sudah bagus. Lanjutkan. Namun, pengamanan tetap dengan disiplin, sehingga kegiatan teritorial bisa terus berjalan,” ucap sang Jenderal dihadapan para Ksatria Tengkorak di Pos Mamba.

Selama di Pos Mamba, sang Jenderal juga mengingatkan prajurit tentang betapa utamanya menyertakan Tuhan setiap saat. Perintah Tuhan harus lebih diutamakan daripada perintah manusia. Hal itu disampaikan oleh sang Jenderal setelah menjadi Imam Shalat Ashar.

Dari Pos Mamba, sang Jenderal menuju Koramil untuk menemui para Babinsa.

Usai menemui Para Babinsa, Sang Jenderal menginap di Pos J2, bersama para Ksatria Tengkorak.[redaksi]

INTAN JAYA, PapuaSatu.com – Kolaborasi Satgas TNI-Polri yang terjalin semenjak kehadiran pasukan Kostrad dari Karawang, telah berhasil menyulap Intan Jaya menjadi daerah yang kondusif.

Selaku Komandan Komando Resort Militer (Korem) 173/PVB, yang sekaligus merupakan Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dan Kolakops), Brigjen TNI Sri Widodo sengaja datang ke Intan Jaya untuk menemui langsung para Ksatria Tengkorak Satgas YPR 305 Kostrad. Kedatangan Jenderal yang lama berdinas di Korps baret merah, Kopassus ini, tentunya semakin menggelorakan semangat para Ksatria Kostrad pimpinan Letkol Inf Ardiansyah yang biasa dijuluki Raja Aibon Kogila. Didampingi oleh Kolonel Inf Andi Amin, lulusan Akabri tahun 2000 dan Mayor Arm Teuku Syahdinar, putra Aceh yang lama berdinas di satuan Intelijen, sang Jenderal begitu bersemangat dan bangga dengan kinerja para Ksatria Tengkorak yang baru tiga bulan menjalankan tugas di Intan Jaya, tanah Papua. Minggu (18/12/2022).

Setelah kemarin Mayjen TNI Boby Rinal Makmun selesai mengunjungi Intan Jaya, kali ini giliran Brigjen TNI Sri Widodo, selaku Dankolakops Satgas Yonif PR 305/Tengkorak berkesempatan mengunjungi Intan Jaya.

Sang Jenderal bersama dua perwira kepercayaannya, tiba di Bandara Bilorai, setelah sekitar 45 menit menikmati pemandangan dari udara Papua. Para punggawa pasukan TNI-Polri menyambut sang Jenderal yang turun dari pesawat dengan senyum sumringah. Raja Aibon, Dandim Nabire dan Kapolres Intan Jaya serta Kapten Puji alias Bos Mamba disalami satu persatu oleh sang Jenderal.

“Beliau kesini untuk melihat secara langsung apa yang kita lakukan. Sekaligus ingin menyemangati kita semua. Karena itu, siapkan yang baik. Apa adanya saja,” ucap Ardy si Raja Aibon saat memimpin rapat Staf dan para Komandan Pos sebelum kedatangan sang Jenderal.

“Wah, ini harusnya istri saya diajak juga. Ini bukan Pos, ini megah banget,” ucap sang Jenderal sambil tersenyum setelah tiba di Pos J2, pimpinan Komandan Wira.

Setelah menyapa dan menyemangati para prajurit di Pos J2, oleh Dandim Nabire, sang Jenderal diajak menjumpai masyarakat di Kampung Wandoga.

Di kampung ini, sang Jenderal sengaja datang untuk mendengar secara keluh kesah masyarakat. Sejumlah bahan kebutuhan pokok yang telah disiapkan, diserahkan oleh sang Jenderal kepada warga. Gembala Yakobus Sondegau mewakili masyarakat Wandoga menerima buah tangan dari sang Jenderal.

“Yang biasa bantu kita disini cuma Bapa-Bapa TNI, Polisi dan Kesehatan. Yang lain-lain tidak ada. Terima kasih Bapak. Tuhan memberkati,” ucap Bapak Nurbertus Sondegau, Kepala Desa Yokatapa yang juga hadir di Wandoga, dalam sambutannya dihadapan semua yang hadir di lapangan depan Gereja.

Selepas dari Kampung Wandoga, sang Jenderal diajak berkeliling ke Pos-pos para Ksatria Tengkorak. Dari Pos Holomama, Pos Kodim Persiapan hingga Pos Mamba. Begitu bangga sang Jenderal melihat semangat para prajurit Kostrad. Apalagi, dalam waktu yang relatif singkat, sudah banyak yang telah diperbuat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Intan Jaya.

Di Pos Kodim Persiapan pimpinan Lettu Inf Abdul Basyir, sang Jenderal takjub melihat program Ketahanan Pangan yang sedang dijalankan oleh Satgas YPR 305 Tengkorak. Mulai dari kebun jagung dan kacang tanah, kerambah ikan, peternakan ayam, pengembangbiakan babi hingga penyemaian Alpukat. Nampak raut wajah senang sang Jenderal dengan kinerja para prajurit Kostrad.

“Berarti ini dua tahun saja disini,” canda sang Jenderal kepada Raja Aibon diikuti tawa semua yang mendengar.

Dari Pos Kodim Persiapan, sang Jenderal berjalan kaki menuju Pos Mamba. Kendaraan yang telah disiapkan, bukannya ditumpangi. Namun justru dilewati saja, diperingatkan untuk ikut ke Pos Mamba di belakang rombongan sang Jenderal.

Setibanya di depan Pos Mamba, kembali sang Jenderal takjub melihat kreasi para prajurit Kostrad. Betapa tidak, tempat tinggal prajurit yang sebelumnya biasa-biasa saja, diubah layaknya istana. Semua dibuat indah dan nyaman untuk ditinggali. Ditambah lagi dengan hiasan pohon Natal, persis di depan gerbang Pos, yang dibuat indah demi memeriahkan perayaan Natal di Intan Jaya.

“Ada beberapa indikator dan kunci keberhasilan di daerah penugasan. Selain harus aman selamat sampai dengan selesainya penugasan, akan lebih sukses lagi jika kita bisa menarik saudara-saudara kita yang ada disana, turun kesini. Dengan operasi yang saat ini kita jalankan, harapannya  kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan aman dan damai. Itulah beberapa indikator keberhasilan kita. Jika masing-masing orang memiliki pemikiran seperti itu, InsyaAllah akan dimudahkan oleh Allah. Kegiatan-kegiatan kalian itu sudah bagus. Lanjutkan. Namun, pengamanan tetap dengan disiplin, sehingga kegiatan teritorial bisa terus berjalan,” ucap sang Jenderal dihadapan para Ksatria Tengkorak di Pos Mamba.

Selama di Pos Mamba, sang Jenderal juga mengingatkan prajurit tentang betapa utamanya menyertakan Tuhan setiap saat. Perintah Tuhan harus lebih diutamakan daripada perintah manusia. Hal itu disampaikan oleh sang Jenderal setelah menjadi Imam Shalat Ashar.

Dari Pos Mamba, sang Jenderal menuju Koramil untuk menemui para Babinsa.

Usai menemui Para Babinsa, Sang Jenderal menginap di Pos J2, bersama para Ksatria Tengkorak.[redaksi]