Tokoh Pemuda Tentang Peringatan 1 Juli di Papua sebagai HUT TPNPB-OPM

86

JAYAPURA, PapuaSatu.com Peringatan 1 Juli sebagai hari ulang tahun (HUT) organisasi bersenjata di Papua kembali mendapat penentangan oleh Tokoh Pemuda, Paul Ohee.

Menurutnya peringatan 1 Juli hanya merupakan propaganda tidak berdasar yang diupayakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk mengancam kesatuan dan persatuan.

“Propaganda kemerdekaan Papua yang diusung oleh kelompok separatisme merupakan ancaman terhadap kesatuan dan persatuan Indonesia, sebagai Tokoh Pemuda Papua tentu hal semacam ini sangat disesali,” ujar Paul dalam keterangannya.

Paul juga menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak hanya berpotensi memecah belah bangsa, tetapi juga mengabaikan kesejahteraan dan kedamaian yang selama ini diperjuangkan bersama. Menurutnya bahwa aksi perlawanan bersenjata tidak akan memberikan dampak yang lebih baik dalam hal menyelesaikan permasalahan di Papua.

“Penting bagi kita untuk memahami bahwa klaim kemerdekaan Papua yang diinginkan oleh KKB bukanlah solusi untuk permasalahan yang ada. Sebaliknya, upaya-upaya seperti dialog konstruktif dan pembangunan berkelanjutan adalah cara yang lebih efektif untuk mengatasi isu-isu di Papua, tentunya dengan tetap menghormati kedaulatan Indonesia,” sambungnya.

Paul Ohee menambahkan bahwa sejatinya Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan keragaman budaya, suku, dan bahasa. Dirinya menggambarkan nilai keragaman dari Sabang sampai Merauke memiliki keunikan tersendiri yang memperkaya identitas bangsa.

“Papua, dengan keindahan alamnya yang mempesona dan kebudayaan yang khas, adalah bagian integral dari Indonesia. Papua tidak bisa dipisahkan dengan Indonesia, seharusnya diantara keduanya harus dapat saling menguatkan,” tegas Paul Ohee.

Dalam kesempatannya Paul Ohee turut mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga persatuan dan menolak segala bentuk propaganda yang merusak integritas bangsa. Sehingga seluruh elemen bangsa dapat membangun Indonesia yang lebih maju dan harmonis, dimana setiap warga merasakan manfaat dari kesatuan dan kebhinekaan yang kita miliki.

“Melalui pendidikan, sosialisasi, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan, kita dapat berperan aktif untuk menolak segala bentuk propaganda yang merusak integritas bangsa. Kita harus terus mampu memperkokoh rasa cinta terhadap tanah air dan memastikan bahwa setiap daerah, termasuk Papua, mendapat perhatian yang layak dalam pembangunan nasional,” tutupnya. [loy]