
“Pikirnya lawan kotak kosong jadi lari-lari kesana terus kemudian ada lawan lagi terus berbalik arah itu yang tidak konsisten. Kita tidak bisa mengajar orang seperti itu” tegas JWW
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Bakal calon Gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo (JWW) belum lama ini mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan menggunakan partai yang dipimpin oleh orang-orang yang tidak konsisten.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya bukanlah pemimpin yang suka mencaplok kebun orang lain.
“Artinya saya tidak perlu pakai partai banyak-banyak untuk mengatarkan saya menuju Papua Satu. Pakai partai banyak-banyak kalau penumpangnya tidak ada jugakan akan percuma” tuturnya kepada Wartawan di Sentani, Sabtu (06/01/2018).
Dirinya lebih memilih untuk fokus kepada PDIP dan Gerindra untuk mengantarkannya memimpin Papua lima tahun kedepan.
“Soal B1-KWK itu ada atau tidak itu urusan yang bersangkutan dan sudah menyatakan deklarasi, saya tidak akan mungkin masuk di kebunnya orang” tegasnya.
Dibeberkannya bahwa dirinya telah memiliki rekomendasi dan surat B1-KWK dari salah satu partai yang telah menyatakan mendukung pasangan Lukas Enembe – Klemen Tinal (LukMen) saat deklarasi pasangan tersebut untuk maju kembali dalam pemilihan Gubernur Papua.
“Sampai saat ini Partai Bulan Bintang itu juga ada rekomendasi dan B1-KWKnya di saya. Karena pak Lukas sudah mengklaim duluan jadi saya akan bawa rekomendasi itu kasih tinggal di KPU biar KPU nanti yang akan mengkonfimasi kepada pimpinan partai politik yang bersangkutan” bebernya.
JWW juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin berpolemik soal ada atau tidaknya dukungan B1-KWK ataupun rekomendasi dari partai tersebut.
Selain itu ia juga menginginkan agar pemilihan kepala daerah di tanah Papua dapat memberikan edukasi yang baik kepada seluruh masyarakat dalam berpolitik dan tidak menjadi politisi opurtunis yang hanya mengambil keuntungan dari suatu keadaan yang berlaku baik itu dalam kelompok ataupun organisasi.
“Itu urusan yang deklarasi. Saya sudah bilang kalau saya deklarasi besok, saya juga menolak partai-partai yang ingin begabung ke saya karena saya tidak ingin kita menjadi pelacur politik. Mari kita memberikan edukasi politik yang baik dan benar” katanya.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa sangat tidak menyukai orang-orang yang tidak konsisten “pikirnya lawan kotak kosong jadi lari-lari kesana terus kemudian ada lawan lagi terus berbalik arah itu yang tidak konsisten. Kita tidak bisa mengajar orang seperti itu” tukasnya lagi.
Dirinya lebih menyukai orang-orang yang setia ketimbang orang yang jujur. “Setia itu mau hujan kah panas kah tetap dia akan bertahan karena kita mengajar untuk setia. Nah kalau partai politik yang senang berpindah-pindah itu saya pikir hanya orang-orang yang sekedar jujur saja tapi disaat hujan pasti dia akan cari tempat untuk berteduh” tambahnya.
Diungkapkannya lagi saat berada di Jakarta JWW sempat bertemu dengan beberapa ketua DPP partai dan ia disarankan untuk segera merapat ke partai-partai tersebut namun dirinya mengatakan tidak karena tidak ingin menciptakan konflik di Papua.
“Jadi saya pikir dua partau ini sudah cukup untuk apa cari banyak-banyak apalagi KPU sudah member kesempatan untuk kita dengan Otonomi Khusus 9 kursi saja sudah bisa lolos, kita ini sudah 13 kursi sesuai dengan ketentuan undang-undang itu 24 persen kita bisa. Memang B1-KWKnya belum ada saya pikir sudah deklarasi menyatakan jadi ya tidak apa-apa, kita ini kan barang sudah ada di tangan dulu baru deklarasi supaya kasih kepastian yang jelas untuk rakyat kita tidak boleh menipu rakyat dengan hal yang tidak pasti” pungkasnya. (Abe)










