Tim Gugus Tetap PSDD Aktifitas Masyarakat Untuk Cegah Penyebaran Covid – 19

171

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Tim Gugus Covid-19 teta memberlakukan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) terhadap aktifitas masyarakat dengan cara menutup jalan protokol dalam rangka pencegahan penyebaran wabah Virus Corona Disease (COVID – 19) di Wilayah Kota Jayapura.

Seperti yant terlihat, pada Sabtu tanggal 23 Mei 2020 pukul 14.00 s/d 21.00 WIT. Tim Gugus melakukan pembatasan di setiap titik yang menjadi tetampat berkumpulnya aktifitas masyarakat.

Dimana titik  yang menjadi pengawasan tim gugus diantaranyam jalan protokol di wilayah Distrik Jayapura Utara, Distrik Jayapura Selatan, Distrik Abepura, Distrik Heram dan Distrik Muara Tami.

Dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) Polres Jayapura Kota melibatkan sebanyak 509 personel gabungan TNI dan Polri dengan masing-masing wilayah yang dikendalikan langsung oleh perwira pengendali diantaranya Distrik Jayapura Utara dikendalikan oleh Kapolsek Jayapura Utara Iptu Handry Bawiling, Sos, Distrik Jayapura Selatan dikendalikan oleh Waka Polsek Jayapura Selatan AKP Aniez Buiney.

Kemudian Distrik Abepura dikendalikan oleh Kasie Inafis Polda Papua AKP Hartono M. S, Distrik Heram dikendalikan oleh Kabag Ren Polresta Jayapura Kota AKP Yudo Winarno  dan Distrik Muara Tami dikendalikan oleh Wakapolsek Muara Tami AKP Yuli Titus Kendek.

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas mengatakan selama pemberlakukan aktivitas, tiap harinya sebagian besar masyarakat sudah patuh, namun masih terdapat beberapa yang membandel.

“Pemberlakuan aktivitas jelas pukul 14.00 WIT, jangan baru keluar dari tempat kerja jam yang diberlakukan akan tetapi satu jam sebelumnya, karena sesuai instruksi jam 14.00 WIT tidak ada lagi aktivitas,” ujarnya.

Dikatakan, jikalau ada pengecualian yang diperbolehkan untuk melakukan aktivitas di jam yang telah ditentukan yakni tim gugus tugas yang menangani covid 19, termaksud dengan pekerja swasta yang mendukung dan mensuport kehidupan masyarakat dalam perekonomian dan informasi.

Sementara terkait pemberlakukan denda, lanjut Kapolresta, pihaknya masih menunggu diterbitkannya peraturan pemerintah terkait penggunaan masker. “Ya suatu saat nanti bila peraturan itu sudah terbit maka kami akan lakukan razia dan tindak di tempat untuk denda,” pungkasnya. [redaksi]