687 Pengendara di Rapid Test Gratis Jelang Hari Bhayangkara, 36 Dinyatakan Reaktif

181
Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw saat melihat sampel darah dari para pengendara untuk dilakukan rapid test gratis
Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw saat melihat sampel darah dari para pengendara untuk dilakukan rapid test gratis

JAYAPURA, PapuaSatu.comDalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-74 yang diperingati setiap 1 Juli, Polda Papua menggelar rapid test gratis untuk masyarakat, di Lapangan PTC Entrop Rabu (24/6/2020) pukul 09.00 Wit.

Tercatat 687 pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil berhasil diambil sampel darahnya untuk di tes rapid dalam program rapid tes hamper lima jam tersebut.

Dri jumlah tersebut, 36 orang dinyatakan reaktif dan 651 orang non reaktif, namun tidak semua mau menindaklanjutinya dengan pemeriksaan swab PCR guna memastikan apakah rekstifnya dari infeksi Covid-19 atau bukan.

Yakni ada 10 orang tidak bersedia swab, dan sisanya 26 bersedia melanjutkan untuk pemeriksaan swab tenggorokan.

Pada giat bertema “Kamtibmas Kondusif Masyarakat Semakin Kondusif”, Kapolda Papua, irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw juga menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Karumkit Bhayangkara.

Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw menyatakan apresiasinya kepada Kabid Dokkes dan Karumkit Bahayangkara beserta komunitas tenaga medis dan juga dari Labkesda Provinsi, Dinkes Kota serta dari jajaran kesehatan angkatan darat, laut dan udara yang telah bekerja sama untuk terlaksananya kegiatan rapid test gratis tersebut.

“Saya pikir ini juga kita gelorakan dan sangat evektif, karena masyarakat kita cukup inisiatif untuk mengikuti rapid test tanpa kita suruh lagi dan juga mereka akan menunjukan jarinya untuk di test,” ujar Kapolda.

Kalau ada yang terindetifikasi atau hasil rapid testnya reaktif, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan.

“Saya atas nama pribadi sebagai pimpinan di Polda Papua mengucapkan banyak terima kasih kepada Jasa Raharja untuk partisipasinya,” ungkapnya.

Kapolda juga menyampaikan hasil rapat Forkopimda yang dipimpin Wakil Gubernur bahwa saat ini Provinsi Papua sudah masuk dalam relaksasi, yang menganggap warga masyarakat Papua sudah dewasa, sudah memahami betapa pentingnya disiplin diri dalam rangka menghadapi peperangan melawan covid-19.

“Himbauan pimpinan Negara, bahwa kita tidak usah takut menghadapi covid ini. Kita selalu beraktivitas tapi harus pedomani ini menjadi rambu-rambu dan juga ketentuan-ketentuan dalam rangka menghadapi covid 19,” jelas Kapolda.

Yaitu dengan cara mengikuti seluruh protokol dari kesehatan maupun dari WHO.

Kapolda pun menghimbau kepada warga masyarakat, jika ada keperluan yang mendesak tidak kemana-mana dan tetap tinggal di rumah.

“Jika ada keperluan yang mendesak untuk keluar rumah, patuhi protocol kesehatan dengan wajib menggunakan masker dan jaga jarak serta menjaga kebersihan tangan,” imbaunya.[yat]