Pimpin Apel Pagi Kapolres Merauke Sosialisasikan New Normal Kepada Anggota

221
Kapolres Merauke, AKBP Ary Purwanto, SIK saat mensosialisasikan new normal kepada seluruh anggota Polres Merauke dan Batalyon Brimob Merauke yang mengikuti apel, Senin (2/6/20) pagi
Kapolres Merauke, AKBP Ary Purwanto, SIK saat mensosialisasikan new normal kepada seluruh anggota Polres Merauke dan Batalyon Brimob Merauke yang mengikuti apel, Senin (2/6/20) pagi

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Dalam kesempatan memimpin apel di Lapangan apel Mapolres Merauke, Kapolres Merauke, AKBP Ary Purwanto, SIK mensosialisasikan new normal kepada seluruh anggota Polres Merauke dan Batalyon Brimob Merauke, Senin (2/6/20) pagi.

“Pemberlakuan New Normal untuk Kabupaten Merauke menunggu keputusan dari Pemerintah Propinsi Papua yang akan melaksanakan rapat pada tanggal 4 Juni 2020,” ungkap Kapolres.

New normal, kata Kapolres Ary, merupakan tatanan kehidupan baru sesuai protokol kesehatan, yang mana sudah tiga bulan dihimbau tetap rumah stay at home, belajar, bekerja dan beribadah di rumah.

“Bila berlaku new normal, secara bertahap kita masyarakat dapat beraktifitas seperti sedia kala, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Kapolres.

Maksud dan tujuan new normal, terang Kapolres, adalah agar roda perekonomian, pemerintahan bergerak kembali setelah selama tiga bulan libur, meski masih ada Covid-19 dan masih ada pasien.

“Namun demikian semua aktifitas harus memperhatikan protokol kesehatan, seperti gunakan masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengungkapkan, bahwa pihaknya akan menyarankan kepada Pemda agar diberikan sanksi kepada  yang melanggar protocol kesehatan.

Para pelaku usaha juga harus tetap menyediakan tempat cuci tangan, restoran harus menata tempat duduknya agar jaga jarak, jumlah pengunjung harus 50 persen, tempat duduknya di kasih tanda silang, di tempat ibadah demikian juga diatur tempat duduknya, tapi kalau ada pelaku usaha, tempat hiburan yang melanggar akan diberikan sanksi.

Menyikapi perkembangan situasi Kamtibmas terkait kejadian di Amerika, kata Kapolres, patut menjadi pelajaran yang berharga bagi Polisi di Indonesia.

Demikian pula kejadian di Kalimantan Selatan, yang harus disikapi bersama, agar anggota bila dalam bertugas harus ada teman dua atau tiga orang atau body system.

“Kita harus dapat melayani masyarakat dengan baik dan jangan arogan, bertindak sesuai dengan UU, Protap, SOP dan Profesional, kita bertindak tegas apabila ada ancaman keselamatan terhadap petugas dan keselamatan orang lain,” tandas Kapolres.[yat]