Klarifikasi Lison Napyal : Masyarakat Ketengban Kabupaten Pegubin Mampu Kuasai Politik

Lison Napyal, S.Pd
Lison Napyal, S.Pd

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Lison Napyal, S.Pd sebagai Pemuda Potensial Suku Ketengban Kabupaten Pegunungan Bintang mengklarifikasi terkait bahan kampanye terbuka pasangan CODE yang disampaikan oleh Yohanes Agustinus Sitokdana, ST yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Pegubin dari Partai Demokrat.

“Kalimat yang sempat dilontarkan oleh Yohanes bahwa masyarakat Ketengban tidak menguasai birokrasi, itu tidak bermaksud memojokan masyarakat Ketengban akan tetapi maksudnya adalah masyarakat Ketengban tidak mungkin kalah dari segi politik karena masyarakat Ketengban sangat menonjol dibidang politik,” katanya kepada PapuaSatu.com, Sabtu (21/11) siang.

Menurutnya, bukti nyata sudah ada bahwa masyarakat Ketengban menguasai politik mulai dari tingkat daerah maupun provinsi. “Ditingkat DPRD kami masyarakat Ketengban ada wakil disana, di DPRP juga ada, bahkan sekarang calon wakil Bupati dari Ketengban pun ada. Masyarakat Ketengban mampu menguasai politik bahkan yang sering melihat kebutuhan masyarakat di dapil 1 dan 2,” ujarnya.

Sedangkan dari segi birokrasi, masyarakat Ketengban dinilai kurang menguasai, tetapi dari segi politik selalu menang dan unggul sehingga dapat menguasai.

Dijelaskan, ada dua kandidat dalam pilkada mendatang yaitu pasangan SEPTE di no urut 1 dan pasangan CODE di no urut 2. “Orang Ketengban tidak ada keterwakilan pada pasangan SEPTE, orang Ketengban itu masuk dalam keterwakilan pasangan CODE,” jelas lelaki yang juga merupakan Alumni FKIP Jurusan Bahasa Indonesia.

Maka, ia ungkapkan, penyampaian Yohanes itu adalah agar masyarakat Ketengban mempunyai rasa memiliki, jangan menutup mata dalam birokrasi yang sedang berjalan.

“Decky (calon Wakil Bupati pasangan CODE) adalah salah satu figur dari Ketengban, mau tidak mau, suka tidak suka, orang Ketengban wajib mendukung pasangan CODE karena kita tidak punya kepentingan dalam birokrasi, kalau pun ada , pasti mendapatkan jabatan otonom saja,” ungkap Lison.

Untuk itu, bila masyarakat Ketengban menilai pernyataan dari Yohanes dari sisi berbeda, Lison meminta masyarakat Ketengban melihat dimana ia berbicara dan tujuannya apa. [ayu]