
Calon wakil gubernur Papua, Habel Melkias Suwae berdiskusi dengan sejumlah sopir taxi di Bandara Mopah Merauke, Minggu (11/03/2018). Foto : Istimewa.
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Setibanya di Bandara Mopah Calon Wakil Gubernur Papua, Habel Melkias Suwae (HMS) langsung dihadang oleh sejumlah sopir taxi bandara di Kabupaten Merauke.
Para sopir bandara ini menemui HMS itu untuk menyampaikan beberapa aspirasi yang menurut mereka penting untuk disampaikan kepada calon Wakil Gubernur Papua.
Ronald, perwakilan sopir Bandara Mopah mengatakan, pertemuannya dengan HMS adalah spontanitas bersama para sopir yang lain.
“Kebetulan kami melihat beliau datang, dan langsung kami minta untuk kumpul bersama kami dulu,”kata Ronald, Minggu (11/3/2018).
Aspirasi yang disampaikannya bersama sekitar 20 sopir bandara Mopah tersebut terkait Pemekaran wilayah di Papua Selatan.
“Temen-temen sopir bandara ini dan saya fikir semua warga Merauke mempunyai satu keinginan kedepan untuk ada Pemekaran, yaitu pemerkaran empat wilayah di Papua Selatan tergabung dalam Provinsi Papua selatan. Karena dengan begitu, kami yakini akan ada peningkatan perekonomian dan segala macamnya akan meningkat,”ungkap Ronald.
Menjawab aspirasi itu, HMS mengaku jika Pemekaran daerah merupakan salah satu visi dan misi dirinya bersama calon Gubernur Papua John Wempi Watipo. Habel bahkan menyebut program Pemerkaran telah digaungkannya sejak pencaloannanya pada pilkada Gubernur 2012 lalu.
“Program ini saya sudah sampaikan saat saya maju pada Pilkada Gubernur 2012 lalu. Dan menurut saya kenapa tidak diperjuangkan, kalau ini adalah aspirasi masyarakat,”ucapnya dikutip dari okezone.com.
Dikatakan, meski kewenangan Pemekaran adalah milik pusat, namun sebagai pemerintah provinsi berkewajiban mendorong hal tersebut terealisasi.
“Jadi saya pernah ngobrol sama anggota DPR -RI dapil Papua, Komurudin Watubun. waktu itu dia katakan tidak ada moratorium atau pelarangan untuk Pemekaran. Yang ada adalah evaluasi terhadap pemerkaran yang telah ada. Jadi Provinsi berkewajiban mendorong pemerkaran, jika ada yang kurang diperbaiki atau dilengkapi. Bukan sebaliknya,”pungkasnya. [abe]










