JOSUA Optimis Menang di Saireri

1715

“kalau mereka turun langsung ke rakyat dan tanya mana yang masih kurang itu yang bagus dan sangat elegan. Daripada janji yang lama tidak dilakukan baru mau datang kampanye ulang lagi lebih baik bungkus muka itu dengan apa begitu kah baru jalan supaya tidak membohongi rakyat lagi” kata Jhon Wempi Wetipo

BIAK, PapuaSatu.com – Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Papua nomor urut 2, Jhon Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (JOSUA) Optimis bakal menang dalam pilkada Papua tahun 2018 di wilayah adat Saireri.

Hal tersebut diungkapkan oleh calon wakil gubernur Papua, Habel Melkias Suwae (HMS). Wilayah adat Saireri meliputi Kabupaten Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen dan Waropen.

Disebutkannya, ada alasan yang sangat tepat mengapa dirinya bersama Jhon Wempi Wetipo (JWW) sangat yakin bisa memenangkan simpati masyarakat pesisir di wilayah adat Saireri dalam Pilkada Papua 2018.

Mantan Bupati Kabupaten Jayapura dua periode ini juga mengatakan bahwa pasangan JOSUA ini merupakan perwakilan dari gunung dan pesisir sehingga pasangan ini adalah pasangan yang paling complete ketimbang pasangan lainnya.

“alasannya itu karena pasangan ini ibarat asam di gunung dan ikan di laut, yang selama ini dianggap tidak bisa bersatu. Namun buktinya hari ini kita bisa ada disini untuk menyatukan Papua tanpa memandang perbedaan” kata HMS di Biak Numfor, belum lama ini.

Diungkapkannya lagi ada alasan lain mengapa istilah gunung dan pantai ini di gunakan oleh JWW dan HMS karena, pada tahun 2013 lalu istilah ini juga digunakan oleh kandidat lain.

“saya ulang lagi, pada tahun 2013 istilah ini mereka gunakan. Sehingga istilah itu adalah ganjalan yang seseungguhnya untuk mereka dan itu fakta” ungkap HMS.

Alasan yang keduanya adalah, pada pemilihan gubernur Papua tahun 2013 lalu, HMS menang di daerah pesisir.

“waktu itu (Pilgub Papua 2013) kita sama-sama baru maju. Tapi sekarang inikan sudah kelihatan sekali yang menang pada waktu itu sudah memimpin jadi kalau kita mau bicara soal kedepannya lebih gampang ketimbang pada tahun 2013 lalu. Dan itu sudah ditinggalkan karena JWW tampil untuk menepis bahwa sudah bukan waktunya bicara istilah gunung dan pantai lagi dan sekarang kembali pada Papua” ujarnya.

Sehingga dengan demikian, menurut HMS tidak terlalu sulit untuk menang di Pilgub Papua 2018 dibanding dengan tahun 2013 lalu.

Hal senada juga dikatakan oleh calon Gubenur Papua, Jhon Wempi Wetipo (JWW) karena dirinya merasa akan lebih mudah meyakinkan masyarakat Papua.

“karena kita belum pernah kampanye untuk jadi gubernur disini, saya kira ini baru pertama kali untuk saya dan pak Habel kita tawarkan untuk jadi gubernur disini dengan program, ide, serta gagasan yang baru” kata JWW.

Dirinya juga menyebutkan, kalau masyarakat di Wilayah adat Saireri menaruh harapan kepada pasangan JOSUA, menurutnya itu adalah hal yang wajar agar kelak ada perubahan.

“karena selama ini mereka sudah terpunggung dalam masalah yang besar karena kondisi ekonomi yang sangat sulit. Jadi saya kira kehadiran kantor perwakilan gubernur disini (Biak Numfor) berdasarkan lima klaster  pembangunan, kemudian akan menjadikan Biak sebagai tempat pelelangan ikan terbesar dan kita modalin para nelayan serta dari dana otsus kita akan bagi Rp. 2juta perkepala ini adalah hal yang menarik buat mereka” kata JWW.

Dikatakannya lagi, sesuai dengan programnya dengan HMS yang total ada sebanyak sembilan poin semua permasalahan masyarakat Papua selama ini telah tercover.

“jadi saya pikir kalau masyakat Biak tidak pilih saya dengan Pak Habel itu sangat rugi sekali. Kenapa saya sampaikan begitu karena kesempatan lima tahun itu tidak akan terulang kembali” tukasnya.

Karena itu ia berharap agar rakyat bisa cerdas memilih dan menentukan pemimpin yang tepat untu melakukan perubahan di Papua.

“saya sangat yakin dan optimis kita akan menang di Saireri, karena masyarakat juga sudah bosan dengan janji-janji palsu. Sekarang ini bukan saatnya kita untuk tipu rakyat dengan janji-janji yang omong kosong” katanya.

Ia juga menghimbau kepada kandidat lainnya jika memang Implementasinya tidak bagus sebaiknya tidak usah lagi mencalonkan diri sebagai gubernur Papua di Pilkada tahun 2018.

“kalau mereka turun langsung ke rakyat dan tanya mana yang masih kurang itu yang bagus dan sangat elegan. Daripada janji yang lama tidak dilakukan baru mo datang kampanye ulang lagi lebih baik bungkus muka itu dengan apa begitu kah baru jalan supaya tidak membohongi rakyat lagi” pungkasnya. (abe)