Saling Sindir, JOSUA Ajak LUKMEN Melihat Kedepan

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Debat publik dua pasangan calon gubernur – wakil gubernur Papua yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi Papua di Fave Hotel, Kota Jayapura, Selasa (22/05/2018) semalam berlangsung panas.

Pasangan nomor urut 1, Lukas Enembe – Klemen Tinal (LUKMEN) dan pasangan nomor urut 2, Jhon Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae (JOSUA) sempat saling sindir-menyindir.

Diawal segmen keempat debat publik tersebut pasangan calon nomor urut 1, LUKMEN memberikan pertanyaan kepada pasangan calon gubernur Papua nomor urut 2, JOSUA.

Pertanyaannya adalah, apa saja yang telah dicapai oleh Jhon Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae saat memimpin di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Jayapura khususnya untuk mewujudkan Good Government yang akan diterapkan di level provinsi nantinya.

Menjawab pertanyaan tersebut, calon gubernur nomor urut 2, Jhon Wempi Wetipo mengatakan bahwa dirinya bersama Habel Melkias Suwae sama-sama telah memimpin dua periode di daerah masing-masing dan telah memiliki pengamalaman birokrasi dalam meminpin.

JWW sapaan akrab Bupati Kabupaten Jayawijaya ini mengungkapkan bahwa sampai hari ini aparatur birokrasi dibawah kepemimpinannya tidak ada yang terindikasi korupsi dan bersih selama dirinya menjabat 2 periode di Jayawijaya.

“artinya bahwa didalam menjalankan pemerintahan, saya mengajarkan supaya ASN (Aparatur Sipil Negara) terhindar dari kasus korupsi. Sampai dengan hari ini, selama 10 tahun saya memimpin tidak ada yang terindikasi korupsi sampai dengan hari ini” ungkap JWW.

Dikatakannya lagi, proses pemerintahan di Kabupaten Jayawijaya telah berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikannya dengan dibangunnya beberapa infrastruktur dirinya bahkan dirinya tidak malu untuk mengundang Presiden Joko Widodo ke Wamena.

“kalau Presiden Jokowi sudah 4 kali berkunjung ke Wamena itu semua karena prestasi saya sebagai Bupati Jayawijaya. Kita mengundang presiden Jokowi ke Wamena berapa kali itu bukan untuk meletakan batu pertama tetapi untuk meresmikan suatu pembangunan yang telah selesai dikerjakan. Jadi saya pikir kebijakan saya itu mampu diterjemahkan oleh seluruh ASN mulai dari sekda, asissten sampai ke tingkat bawah” kata JWW.

Dirinya juga menuturkan, kalau hari ini ada yang mengatakan bahwa JWW gagal di Jayawijaya itu hanyalah orang-orang yang iri kepadanya yang bisa mengatakan seperti itu. Karena selama ini ada diluar pemerintahan selama kurang lebih 10 tahun.

“jadi saya mau sampaikan bahwa apa yang saya lakukan di Wamena akan juga saya lakukan di Provinsi Papua. Wamena yang sulit telah saya kerjakan dengan baik. Saya yakin dan percaya saya akan mampu untuk melakukan pelayanan birokrasi menjadi lebih baik” jawabnya.

Menambahkan itu calon wakil gubernur, Habel Melkias Suwae mengatakan bahwa pengawasan sangatlah penting untuk mengawasi APBD. Dan menurutnya kalau pengawasan itu dilakukan dengan baik maka sudah pasti tidak ada penyimpangan – penyimpangan yang terjadi.

Menanggapi jawaban dari pasangan JOSUA, Lukas Enembe sempat memuji keberhasilan yang dicapai oleh JWW yang menjabat 10 tahun sebagai  Bupati Kabupaten Jayawijaya.

“Jokowi datang khusus untuk itu. Tentu masyarakat yang menilai ya, kalau kita bicara mungkin agak sombong tetapi masyarakat yang menilai apa yang kita capai. Tadikan saya bertanya apa yang anda lakukan di daerah yang levelnya di Provinsi. Jadi saya pikir apa yang Wempi sampaikan selama dia memimpin 10 tahun itu tidak ada korupsi biarkan masyarakat saja yang menilai” kata LE.

LE juga mengatakan bahwa selama menjabat 1 periode di Kabupaten Puncak Jaya masyarakatlah yang telah menilainya dan pernah juga menjabat sebagai gubernur Papua.

“masyarakatlah yang menilai saya, saya tidak bisa menilai diri saya sendiri apa saya berhasil atau tidak dalam memimpin kabupaten dan provinsi” ujar LE.

Menyanggahi hal tersebut JWW menyebutkan bahwa pertanyaan yang diberikan kepadanya itu sudah jelas selama 10 tahun apa yang telah dikerjakannya.

“jadi apa yang saya kerja itu yang saya sampaikan. Memang itu kenyataan apa yang saya kerjakan dan hari ini rakyat bisa menikmati apa yang saya kerjakan karena setiap orang itu tidak jalan dalam kondisi mata tertutup dan melihat telah terjadi perubahan. Bukan saya mau maju gubernur baru saya lakukan itu tidak. Yang saya jelaskan tadi itu apa yang saya jalankan pemerintahan”.

“kita bicara fakta dan realita. Jadi jawaban saya pikir sudah singkron dengan pertanyaan yang diberikan” kata JWW.

Calon wakil gubernur Papua, Habel Melkias Suwae kembali menambahkan bahwa apa yang ditanyakan LE ada di level gubernur.

“tapi tadi diawali dengan kami pernah menjadi bupati. Beliau juga pernah menjadi bupati, kalau itu beliau kembalikan kebelakang maka pertanyaan saya balik lagi kira-kira prestasi apa yang telah dilakukan selama menjabat sebagai Bupati Puncak Jaya” tanya HMS.

Sebagai contoh HMS mengungkapkan bahwa IPM Papua selama kepemimpinan LE sebagai gubernur Papua penigkatannya sangat rendah. “ya kalau begitu apa lagi yang mau kita persoalkan oleh karena itu jangan lihat kebelakang tapi mari kita lihat kedepan” tegas HMS. [abe]