Dukcapil Kota Jayapura Temukan 275 Penduduk Non Permanen di 3 RW Kelurahan Waena

1386
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura, Merlan Uloli
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura, Merlan Uloli

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura  menemukan sebanyak 275 non permanen atau penduduk tidak tetap di 3 RW Kelurahan Waena, distrik Heram-Kota Jayapura, pad aoperasi Yustisi yang berlangsung, Senin (18/2/2019).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura, Merlan Uloli mengatakan, di 3 RW dari 14 RW ada 275 orang yang memiliki KTP luar daerah. Selain itu, juga menemukan 17 orang yang belum melakukan perekaman E-KTP.

Ke depan, pihaknya akan kembali melakukan penyisiran di RT serta RW yang belum dicek. “Kami tetap lakukan penyisiran di setiapRW karena di 3 RW saja hasilnya sudah 275 , apalagi 11 RW yang belum kami tinjau, pasti jauh lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan sebagian besar penduduk non permanen ini dikarenakan banyak kartu identitas mereka yang sudah mati dan tidak di perbaharui dan juga masih menggunakan ktp dari luar Kota Jayapura. “Ternyata banyak sekali yang masih menggunakan ktp non elektronik, itu sudah tidak berlaku lagi secara nasional,” paparnya.

Bahkan lanjut Merlan, pihaknya akan melakukan evaluasi serta koordinasi dengan RT dan RW setempat untuk melakukan pendataan. “Setelah didata, mereka akan dikumpulkan lalu melakukan perekaman dan dicetakan KTP namun bukan Ktp Kota Jayapura melainkan tetap alamat luar mereka,karena mereka rata-rata sudah punya NIK tetapi masih KTP lama,”paparnya.

Namun dirinya juga mengaku kecewa karena data penduduk non permanen belum didaftarkan di data Base sedangkan dilihat dari datanya, penduduk tersebut telah berdomisili lebih dari 3 bulan.”Sebagian besar penduduk non permanen malah berasal dari daerah-daerah maju di luar Papua dan mereka bersifat mobile di daerah yang mereka datangi,bahkan ada yang baru 1 tahun ada yang 9 bulan baru di sini sedangkan kan E -Ktp sudah berjalan 7 tahun,”paparnya.

Maka itu memang perlu waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh penduduk non permanen ini. “Waspada itu perlu agar dikemudia. hari bila terkait dengan kriminalitas , kami ada data basenya jadi tidak perlu repot,”tukasnya. [ayu]