
JAYAPURA, PapuaSatu-com – Pemuda Paparisa Maluku di Tanah Papua resmi mendeklarasikan diri. Badan Pengurus diminta memelihara apa yang sudah diletakan leluhur Orang Tua Maluku di Tanah Papua sejak jaman dulu.
Deklarasi, yang mengusung tema “Membangun Pemuda/i Maluku dalam Ikatan Persaudaraan Pela Gandong “ ini, melibakan anak – anak Maluku yang ada di Jayapura dan dihardiri para orang tua serta sesepuh masyarakat Maluku, yang berlangsung di Kawasan Wisata Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Selasa (20/11/2018).
Selaku Sesepuh Maluku di Papua RD. Siahaya meminta kepada Pemuda Paparisa Maluku yang telah mendeklarasikan diri agar dalam menjalankan organisasi harus dilandasi dengan filosofi dari paparisa itu sendiri.
“ Paparisa tidak membincangkan hal – hal yang negative, dan ini yang harus menjadi folosovi pengurus untuk merancang program sesuai dengan maksut dan tujuan organisasi pemuda paparisa Maluku di Tanah Papua,” Kata RD Siahaya.
Dikatakan, Hari ini anak – anak pemuda Paparisa Maluku di Tanah Papua dibentuk dan dideklarasikan, untuk itu sebagai seorang yang ditokohkan oleh anak – anak muda paparisa, dirinya mengajak para orang tua untuk mendamping dan mengaharahakan anak – anak muda Maluku ini dengan tetap menjaga citra dari anak-anak Maluku.
Dikatakan, banyak organisasi yang diwadahi oleh anak – anak Maluku dan kini hadir lagi yang dinamakan pemuda paparisa Maluku ditanah papua yang menurutnya juga memiliki semangat yang dialiri darah dari Kapitan Pattimura “ Lawamena Haulala” yang telah dinyatakan oleh pemuda paparisa. .
“ Hari ini ada anak – anak maluku yang mempunyai jiwa patriot yang mendeklarasikan sebagai sebuah wadah paparisa. Anak – anak ini punya sikap militansi yang tinggi karena teraliri darah lawamena haulala,”akunya.
Dirinya juga berharap hubungan antar organisasi- organisasi anak – anak maluku yang ada di papua tetap berjalan dengan baik dan kesemua organisasi itu harus dipelihara sebagai potensi untuk menggarap semangat kebersamaan “Ale rasa beta rasa, Potong di kuku rasa di daging”.
Anak – anak Maluku, lanjutnya, harus berjalan dan menentukan sikap sebagai seorang penerus nilai – nilai kepahlawanan pattimura yaitu nilai perubahan, dengan begitu dapat terlihat anak – anak Maluku yang tegar dalam membangun kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.
Kesempatan itu, dirinya memberikan apresiasi bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, TNI/Poliri serta Masyarakat Papua yang telah mempercayakan anak – anak Maluku untuk ikut terlibat membangun di Tanah Papua, untuk itu setiap anak Maluku yang diberikan kesempatan untuk melaksanakan sebuah proses pembaharuan tentunya harus benar – benar memiliki integritas diri sebagai yang membagi kasih.
“ Potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa itu adalah kasih, tidak mementingkan diri sendiri dan berani berkorban untuk orang lain, mempunyai jiwa sosial yang tinggi, tetapi sekaligus ingin melakukan sebuah perubahan demi kesejahteraan bersama,”terangnya.
Ditambakan, Orang Maluku yang datang ke tanah ini tidak ke jalan – jalan, pasar atau di tengah kota, tapi orang tua – tua Maluku datang ke gunung – gunung, lembah, hutan dimana anak – anak papua itu ada, artinya dia tidak datang untuk mencari kekeyaan tetapi datang untuk merubah peradaban hidup masyarakat papua.
“ Sejarah leluhur kita tidak bisa disangkali dan menjadi kesaksian yang hidup, karena itu anak-anak Maluku generasi ini harus pelihara apa yang sudah diletakan oleh orang tua kita dengan baik. Kita ada ditanah ini untuk ikut membangun tanah ini supaya mereka pemilik tanah ini menjadi tuan dinegerinya sendiri. Jangan merampas hak kesulungan anak – anak di tanah ini, itu pesan orang tua-tua kita,”ungkapnya.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Pemuda Paparisa Maluku di Tanah Papua Sicko Hitijahubessy menyampaikan, dengan inisiatif dan didukung dengan konsolidasi yang terus dilakukan dan dengan dipertegas oleh Surat Keputusan Kementerian Hukum Dan HAM Republik Indonesia menjadi legitimas bagi pemuda Maluku untuk membantu pemerintah daerah sebagai mitra sekaligus mendukung kebijakan Pemerinta, TNI/Polri sampai ke kabupaten /Kota se-Papua.
“harapan kami, pemuda paparisa dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung serta memberikan yang terbaik bagi bangsa dan Negara. Kami juga berharap semua pihak dapat memeberikan ruang bagi kami anak Maluku untuk terus memberikan dampak yang positif tanpa merusak atau mengambil hak orang asli papua sebagai pemilik negeri ini namun tetap hidup bergandengan tangan dalam pembangunan di tanah papua,”kata Sicko.[moza]










