Kemendag Terus Pantau Harga Sembako Selama Ramadhan

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia terus melakukan pemantauan harga Sembilan bahan pokok (Sembako, red) di seluruh Indonesia agar tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan.

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga, Suhanto, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya menurunkan tim untuk memantau harga sembilan bahan pokok selama bulan puasa di Provinsi Papua.

Dikatakan, tim pemantau sembako Kemendag bukan hanya mencatat harga bapok tapi mengkoordinasikan solusi atas setiap kenaikan harga yang terjadi dengan pemerintah daerah maupun stake holder terkait.

“Kita ingin supaya harga jual bapok di Provinsi Papua ini stabil dan kami harapkan bisa terkendali sampai dengan perayaan hari raya Idul Fitri, supaya juga betul-betul riil data harga yang dicatat bukan cuma katanya, karena bukan ditujukan bagi warga yang merayakan Idul Fitri saja, tetapi juga bagi mereka yang tidak merayakan,” katanya disela-sela rapat koordinasi identifikasi dan pemantauan harga bapok jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), di Jayapura, Kamis (3/5/2018).

Menurutnya, tim tersebut akan turun paling lambat 14 Mei mendatang dan secara bergiliran melakukan pantauan serta akan disebar ke sejumlah wilayah, baik pesisir maupun pegunungan seluruh Provinsi Papua.

“Tentu khusus sebelum tim turun kita akan berkoordinasi dengan pemda setempat. Sebab tim ini bertujuan memastikan supaya seluruh pasokan bapok bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Tetapi juga dijual dengan harga yang terjangkau,” kata Sohanto.

Suhanto juga menjelaskan, bahwa terkait rapat koordinasi identifikasi dan pemantauan harga bapok agar mengantisipasi sedini mungkin, lonjakan harga bapok menjelang hari raya keagamaan Idul Fitri.

“Makanya dalam rapat hari ini sengaja kami panggil seluruh stake holder baik pemda, pelaku usaha, BUMN, Bulog maupun para distributor, harapannya agar sedini mungkin bisa mengantisipasi lonjakan harga dan ketersediaan bapok di Papua,” jelasnya.

Pemerintah ingin hadir lebih awal untuk meyakinkan masyarakat Papua bahwa harga dan stok bapok selama bulan puasa dan Idul Fitri, aman dan terkendali.

“Karena kita sadar Papua ini sebagian besar bapok dipasok dari luar, sehingga melalui forum ini seluruh stake holder yang bisa berperan melakukan langkah antisipasi,” ujarnya.

Hal demikian terbukti dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan olehnya bersama pemda dan satgas pangan daerah.

“Hasil sidak menunjukan harga bapok mendasar, seperti, beras, gula, minyak goreng, masih sangat stabil dan kami harapkan dapat terkendali sampai Idul Fitri,” katanya. [piet/loy]