43 Kampung di Keerom Belum Terlayani Jaringan Telekomunikasi Seluler

Caption : Bupati Keerom MUH Markum, SH.MH.MM saat berfoto bersama dengan Staf Ahli Menteri Kominfo RI Drs. Gun- Gun beserta para pimpinan OPD di Gedung Pramuka Swakarsa, Rabu (7/11).
Caption : Bupati Keerom MUH Markum, SH.MH.MM saat berfoto bersama dengan Staf Ahli Menteri Kominfo RI Drs. Gun- Gun beserta para pimpinan OPD di Gedung Pramuka Swakarsa, Rabu (7/11).

KEEROM, PapuaSatu.com – Dari 91 kampung dan 11 distrik se-Kabupaten Keerom sebagian besar masyarakat kampung telah menikmati jaringan telekomunikasi.

Akan tetapi, sebanyak 43 kampung diantaranya  belum menikmati jaringan telekomunikasi.

Hal itu diungkapkan Bupati Keerom MUH Markum, SH.,MH.,MM pada kegiatan forum diskusi publik di Gedung Pramuka Swakarsa, Rabu (7/11).

Untuk itu Markum mengharapkan kepada Staf Menteri Komonikasi dan Informasikan Pusat agar dapat memperhatikan dan memberikan bantuan alat telekomonikasi di wilayah perbatasan dan wilayah Terpencil, Terluar dan Terisolir (3T) di wilayah Kabupaten Keerom.

“Bantuan BTS serta alat komonikasi dari pusat yang diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom, masih jauh dari harapan masyarakat. Akan tetapi pemerintah optiis dalam beberapa tahun terakhir ini di Tahun 2019 dan 2020, tidak ada lagi istilah blank spot,”ungkapnya.

Dari BTS yang diberikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Keerom, tidak kalah pentinnya adalah jaringan telekomunikasi Palapa Ring Timur.

Meskipun medan di Papua sangat sulit, tetapi bagi Kementerian Kominfo bahwa Pemda Kabupaten Keerom mendapat dua titik, yang lain di seluruh Indonesia hanya satu titik dan Kabupaten Keerom mendapat dua titik.

“Satu di wilayah Distrik Waris dan wilayah Distrik Arso. Target kami di tahun 2020 sudah tida ada lagi blank spot,” jelasnya. [alf]