
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ketua Komisi I DPR Papua Orgenes Wanimbo memberikan apresiasi penuh kepada Pemerintah Pusat dibawah pimpinan Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Pangdam dan Kapolda, Gubernur Papua Lembaga Gereja serta Komnas yang telah mengajak masyarakat untuk tetap damai pasca penembakan di kabupaten Nduga hingga sekarang.
“Saya selaku pimpinan Komisi I menyampaikan rasa terimakasih karena pasca nduga, situasi hari ini tetap terjaga dengan baik. Kami harap situasi tetap terpelihara tanpa ada korban lagi ditengah-tengah masyarakat,” kata Orgenes Wanimbo di ruang kerjanya, Rabu (16/01/2019).
Menurutnya persoalan Papua merupakan persoalan Indonesia, sehingga Nduga adalah persoalan Papua yang tidak bisa dibiarkan oleh Pemerintah Indonesia dan tidak bisa dibiarkan terlalu lama untuk dilakukan penyelesaiannya.
Sebab masyarakat kabupaten nduga pasca kejadian penembakan, saat ini masih ada beberapa Distrik susah masuk untuk memberikan bantuan, baik itu dari Pemerintah maupun LSM serta lembaga lainnya.
“Saya minta kepada pemerintah pusat jangan ada pembiaran, karena ketika ingin membawa bantuan ke distrik mengalami kesusahan. Bahkan dilarang untuk masuk,” kata Orwan yang juga merupakan daerah pemilihan di wilayah Pegunungan Tengah Papua ini.
Kondisi tersebut, Orwan yang membidangi Pemerintahan, Politik, hukum dan Ham tersebut meminta kepada Presiden RI agar memberikan perhatian serius persoalan kabupaten nduga, sekaligus mengklarifikasi adanya informasi yang diduga ada sipil korban akibat terkena Bom dan juga ada hamba tuhan ditembak lalu dibakar disamping rumahnya sendiri di Mapenduma.
Orwan mengaku, dirinya mendukung sikap penegakkan hukum yang dilakukan aparat kepolisian maupun TNI untuk melakukan pengejaran para pelaku penembakan pekerja proyek pembangunan di kabupaten nduga.
Hanya saja politisi partai Demokrat ini meminta kepada aparat keamanan untuk tidak mengorbankan masyarakat saat melakukan pengejaran atau penangkapan terhadap pelaku penembakan tersebut. “Masyarakat sipil tidak tau apa-apa, mereka hanya butuh minum, makan dan tempat tinggal. Saya minta jangan ada korban di sana,” katanya.
Menurut laporan dari masyarakat bahwa ada petugas kampung tertembak serta warga masyarakat lainnya dan foto-foto sudah viral di publik. Kejadian itu membuat masyarakat mengungsi dibawah kaki gunung siang malam selalu menemukan bintang-binatang sehingga membuat mereka ketakutan.
Untuk itu Orwan meminta kepada Presiden RI agar menyampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia tentang status kabupaten nduga. “Apakah hanya penegakkan hukum untuk pengejaran, penangkapan, atau kah dianggap kabupaten Nduga status DOM sehingga opsisi operasi miluter besar-besaran dilakukan,” katanya menanyakan.
Oleh karena itu, kata Orwan, Komisi I meminta kepada presiden untuk lebih professional dan tebruka, terutama membuka akses jurnalis internasional dan lembaga internasional yang independen untuk masuk ke Nduga.
“Ini harus terbuka untuk semua sehingga proses penanganan sebagai kemanusiaan di daerah nduga benar-benar dirasakan tanpa adanya simpang siur. Semua terbuka, karena masalah Nduga sudah dilihat oleh dunia, bukan hanya Indonesia semata,” tukas dia.
Bahkan diminta kepada presiden harus membuka dialog antara Pemerintah Pusat, pemerintah Provinsi Papua dan masyarakat Papua itu sendiri.
“Harus dilakukan dialog dengan Jakarta, karena Papua juga bertanggungjawab bahwa mereka tetap ada di Indonesia tapi Indonesia yang menilai bahwa daerah Papua bukan bagian daerah Indonesia. Mari kita terbuka melalui dialog,” pungkasnya. [loy]










