
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pembahasan terkait Pemekaran Wilayah atau Daerah Otonomi Baru (DOB) terus terjadi baik dari Pemerintah, Tokoh Politik, Tokok Adat, Tokoh Agama maupun masyarakat. Tak sedikit pula hal tersebut menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak.
Kendati demikian, menurut Koordinator Pendulang Emas Tradisional Masyarakat Suku Dani di Kabupaten Nabire, Yopi Murib, pro dan kontra bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan karena itu wajar. Karena tiap pokok pikiran dari masing-masing orang tentulah ada pertimbangan-pertimbangan dan semua berharap akan kemajuan dan perkembangan daerah.
Yopi sampaikan, pihaknya setuju akan rencana DOB tersebut. Mengingat sebelumnya, pada masa awal kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe, Papua pernah berupaya untuk meminta pemekaran tetapi nihil.
“Seharusnya malah disambut baik, karena Papua pernah bersusah payah meminta untuk Pemekaran. Tetapi karena belum adanya grand design, maka banyak pemekaran atau DOB ditolak,” ujar Yopi, Rabu (23/3/22).
Ia juga katakan harusnya pemekaran ini patut disyukuri dari berbagai pihak karena dampak positifnya berdampak pada pembangunan infrasteuktur, pendidikan, kesehatan dan adanya peluang kerja baru. “Harusnya diterima dan disyukuri. Ini DOB dulu kita tolak-tolak, tapi setelah jadi orang rebutan kursi bupati, rebutan kursi DPR, yang lain jadi pegawai, lain jadi Kepala Dinas. Jadi jangan ditolak,” katanya.
Ia berharap, para oknum-oknum yang menolak tidak ada tujuan politis atau tujuan lainnya. “Saya harap yang tolak itu tidak ada tujuan politis, karena Pemekaran baik adanya, kalau soal isu-isu lain itu bisa dicegah, tergantung kepala daerahnya nanti. Tapi momentum ini jangan ditolak, karena kapan lagi akan ada hal ini?,” pungkasnya. [ayu]










