Deklarasi Doa Puasa Nasional dan Peresmian Rumah Doa Segala Bangsa di Tanah Papua

SENTANI, PapuaSatu.com –Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Willem Wandik, S.Sos menyampaikan bahwa dirinya merasa bangga serta mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya deklarasi hari doa nasional dan puasa, serta peresmian Papua rumah doa segala bangsa di tanah Papua.

“Semoga ini menjadi sebuah langkah awal dimana tanah Papua dijadikan sebagai gerbang timur menara injil, agar tanah Papua itu mempunyai peran ikut serta dalam mewujudkan amanat agung Tuhan Yesus Kristus,” katanya saat diwawancarai oleh awak media, Minggu (3/7/2022) sore.

Wandik sampaikan, peresmian Papua Rumah Doa hari ini sangat penting dan ia berharap dengan adanya rumah doa ini para tokoh-tokoh gereja di tanah Papua, untuk kepentingan umat, warga gereja, peranan gereja terus harus ada didalam gereja dan didalam rumah doa ini.

“Karena gereja sebagai mitra strategis pemerintah dan juga dapat memberikan kontribusi yang strategis kepada pemerintah dalam menyelesaikan sejumlah persoalan-persoalan yang dihadapi di tanah papua,” ujar Wandik.

Persoalan-persoalan strategis yang dimaksud yakni persoalan antar gereja, antar masyarakat, persoalan gereja dengan pemerintah, persoalan masyarakat dengan pemerintah, antar suku dan juga banyaknya persoalan-persoalan masyarakat adat, persoalan HAM, persoalan ketidakadilan dan persoalan pengelolaan sumber daya alam, yang begitu banyak sekali di Papua.

“Semoga dengan hadirnya rumah doa segala bangsa ini akan selalu ada ruang untuk para hamba-hamba Tuhan, para pendeta-pendeta dan juga warga gereja hadir disini membawakan sejumlah pergumulan dari setiap daerahnya dalam memberikan dukungan terhadap pemerintah daerah,” ungkapnya.

Dirinya berharap deklarasi doa nasional dan puasa ini merupakan langkah awal dan akan terus digaungkan setiap tahunnya, agar bisa benar-benar membumi di seluruh tanah Papua, sehingga kemudian ada kesadaran dari warga gereja dan kerja sama dari pemerintah kabupaten masing-masing untuk membangun pos-pos rumah doa di setiap kabupaten sehingga tanah Papua benar-benar menjadi tanah gerbang menara doa. [red]