
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025 dengan tema “Bersama dengan Kasih, Berkarya untuk Papua”.
Kegiatan berlangsung pada 19–21 Agustus 2025 di Kantor BRIN, Kampung Waena, Kota Jayapura.
Pada tahun ini, ISBI Tanah Papua menerima 44 mahasiswa baru dari lima program studi, yaitu Program Studi Seni Rupa dan Desain (12 mahasiswa), Seni Tari (9 mahasiswa), Seni Musik (10 mahasiswa), dan Kriya Seni (2 mahasiswa).
Rektor ISBI Tanah Papua, Prof. Dr. Stepanus Hanggar Budi Prasetya, S.Sn., M.Si., secara resmi membuka kegiatan PKKMB. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kebersamaan dan kasih sayang dalam berkarya demi kemajuan tanah Papua. Usai membuka acara, Rektor juga berdialog langsung dengan mahasiswa baru, membahas motivasi mereka memilih ISBI Tanah Papua dan memperkenalkan struktur organisasi kampus serta peran ISBI dalam pelestarian seni dan budaya Papua.
Kegiatan PKKMB juga diisi dengan pengenalan program studi oleh para dosen, serta penyampaian materi dari pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Sebagai bagian dari penguatan identitas kampus, diperkenalkan pula profil BEM ISBI Tanah Papua sebagai wadah ekspresi seni mahasiswa.
Menariknya, PKKMB tahun ini mengusung pendekatan berbeda. Ketua Panitia, Izak Gabriel Yohannes, menegaskan bahwa ISBI Tanah Papua menolak segala bentuk senioritas yang membebani mahasiswa baru.
”Kami tidak menyuruh mahasiswa baru mencukur rambut atau hal-hal serupa. Sebaliknya, kami memberi ruang bagi mereka untuk tampil bebas, dengan ketentuan atribut PKKMB dibuat dari bahan bekas sebagai wujud kreativitas dan kepedulian lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar PKKMB berlangsung lancar dan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa baru.
“Motivasi kami adalah memberikan kesan terbaik. Di ISBI Tanah Papua, kami ingin menciptakan suasana kebersamaan, persatuan, dan kekompakan, demi satu tujuan: berkarya bersama untuk tanah Papua,” tutupnya [miki]










