
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemerintah Kota Jayapura menilai Festival Colo Sagu atau FCS sebagai momentum strategis membangkitkan UMKM lokal.
Wakil Walikota Jayapura Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM menyebut kegiatan ini sejalan dengan peringatan Hari Sagu Nasional 17 Juni.
Hal itu disampaikan Wawali Rustan Saru saat menghadiri closing ceremony FCS ke-3 Tahun2026, di halaman belakang Kantor DPR Papua, Kota Jayapura, Minggu 21/6/2026.
“Kegiatan Festival Colo Sagu ini merupakan kegiatan yang sangat positif, karena di hari Sagu Nasional tanggal 17 Juni 2026 ini, POLRI, dalam hal ini Kapolresta Jayapura Kota melakukan kegiatan Festival Sagu yang dipusatkan di lapangan parkir Kantor DPR Papua,” ujar Rustan.
Wawali menilai digelarnya FCS adalah momen yang sangat tepat karena melibatkan pelaku usaha dari dalam dan luar Kota Jayapura.
“Ini momen yang sangat tepat, karena di malam festival ini melibatkan usaha-usaha UMKM yang ada di beberapa daerah, bukan hanya di kota, tapi juga di luar kota Jayapura, sehingga peluang untuk mengangkat pengusaha-pengusaha lokal yang memproduksi berbagai macam produk dari sagu,” jelasnya.
Ia mencontohkan ragam produk sagu yang dipamerkan. “Ada keripik, ada juga papeda, ada juga macam-macam sagu yang bisa dicolok pakai teh atau kopi juga, jadi luar biasa ini.”
Rustan menegaskan, sagu harus jadi kebanggaan generasi muda.
“Ini kan memberi ruang kepada generasi muda kita untuk berkreasi, berusaha, dan juga memproduksi berbagai macam produk dari sagu. Sagu ini adalah identitas orang Papua. Papua adalah sagu, sagu adalah Papua. Maka di festival ini, sebagai rangsangan kepada generasi muda kita bahwa kita ini harus bangga dengan makan sagu,” ujarnya.
Ia menambahkan, sagu perlu dilestarikan sebagai pangan lokal masa depan.
“Nah, untuk itu, dengan sagu ini juga ke depan menjadi salah satu sumber pangan lokal yang perlu kita lestarikan, perlu kita kembangkan,” imbuhnya.
Wawali mengapresiasi Polri, dalam hal ini Kapolresta Jayapura Kota yang menggandeng pemerintah, adat, dan pelaku usaha.
“Nah, kaitan dengan POLRI melakukan kegiatan ini, ini kita apresiasi karena POLRI bisa melibatkan pemerintah, melibatkan adat, dan juga masyarakat dan pelaku usaha, dan juga sinergi dalam bentuk perputaran ekonomi di kota, sehingga meningkatkan ekonomi di kota, dan juga sebagai wujud transformasi sebagai Polri presisi,” jelasnya.
Soal pelestarian, Pemkot sudah menyiapkan lahan.
“Untuk lahan sagu, Pemerintah kota sudah menyiapkan lahan di Skoyambe, Distrik Muara Tami, dan sudah dilakukan penanaman serentak oleh Kapolres dan Walikota di Sukoyambe pada hari Jumat lalu,” ungkapnya.
Untuk itu, Pemerintah Kota Jayapura berharap kepada kampung-kampung, untuk dapat mestarikan dusun sagu.
“Kita menyiapkan lahan untuk tanam sagu sebagai bukti peduli kita terhadap salah satu produksi atau identitas orang Papua yang perlu kita kembangkan. Jangan ditebang kalau belum waktunya, tapi kita jaga, kita pelihara, sehingga bisa berkembang menjadi sumber pangan lokal yang bisa kita jaga dan kita lindungi,” tutupnya.[yat]










