
JAYAPURA, PapuaSatu.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Papua kembali menyalurkan bantuan pendidikan tahap II tahun 2026 melalui program unggulan Papua Cerdas. Penyaluran ditujukan bagi pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga mahasiswa dari keluarga kurang mampu di seluruh wilayah Provinsi Papua.
Ketua Baznas Provinsi Papua, H. Ahmad Jaenuri, L.C., MH, dalam keterangannya kepada wartawan menyampaikan, program Papua Cerdas merupakan wujud kepedulian dan amanah para donatur serta muzakki yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Papua.
“Pendidikan adalah salah satu kunci yang membuka masa depan. Dengan pendidikan, seseorang dapat meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup. Oleh karena itu, Baznas Provinsi Papua melalui program Papua Cerdas berupaya hadir untuk membantu anak-anak dan generasi muda Papua agar dapat terus melanjutkan pendidikan dan menggapai cita-citanya,” ujar Jaenuri.
Ia berpesan kepada para penerima manfaat agar tidak pernah merasa kecil atau berhenti bermimpi hanya karena keterbatasan. Anak-anak Papua adalah generasi penerus yang kelak dibutuhkan untuk menjadi guru, dokter, perawat, pengusaha, rohaniwan, teknisi, hingga pemimpin masa depan.
“Jangan pernah berhenti bermimpi hanya karena keadaan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi lebih besar, lebih sukses selama mau belajar, berusaha, dan berdoa. Suatu saat nanti jadilah orang yang mampu memberi bantuan kepada orang lain. Biarkan kebaikan ini terus mengalir dari satu generasi ke generasi berikutnya,” pesannya.
Pada penyaluran tahap II ini, sebanyak 423 pelajar dan mahasiswa menerima bantuan. Rinciannya: 272 siswa SD, SMP, SMA, dan MA di Kota Jayapura, serta 12 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Selain itu, bantuan juga disalurkan ke 9 kabupaten se-Provinsi Papua, termasuk Kabupaten Timika dan Nabire yang masih dalam cakupan pelayanan Baznas Papua.
Secara keseluruhan, gabungan tahap I dan II tahun 2026 telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 650 siswa dan mahasiswa.
Jaenuri juga mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya para muzakki, pengusaha, dan ASN, untuk bersama-sama menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Papua. Tahun ini target penghimpunan dana mencapai Rp8 miliar, dan hingga saat ini baru terkumpul sekitar Rp4,8 miliar.
“Untuk memberi, tidak perlu menunggu kaya. Sedikit yang kita berikan, mudah-mudahan menjadi berkah bagi banyak orang,” ajaknya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua, Dr. Aryoko A.F. Rumaropen, S.P., M.Eng., memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah Baznas Provinsi Papua.
Ia menegaskan pemerintah provinsi memberikan perhatian besar terhadap peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat Papua.
“Pendidikan adalah pondasi utama bagi masa depan Papua. Kita ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita tanpa terhambat oleh keterbatasan ekonomi,” ujarnya.
Bantuan pendidikan ini, kata Aryoko, bukan sekadar bantuan materi, melainkan investasi sosial bagi masa depan generasi Papua. Ia berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk menunjang kebutuhan pendidikan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Baznas Provinsi Papua yang terus hadir melalui program-program sosial dan pendidikan. Selamat kepada seluruh penerima bantuan, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.[yat]










