27,53 Persen Persentase Penduduk Miskin di Papua Meningkat

0
124
Kepala BPS Provinsi Papua, Simon Sapari didampingi Kepala Bidang Statistik Sosial, Bagas Susilo dan Kepala Bidang Statistik Ketahanan Sosial, Taufiq Fajar Dewanto, saat merilis berita resmi statistik di kantornya, Senin (15/07/2019).
Kepala BPS Provinsi Papua, Simon Sapari didampingi Kepala Bidang Statistik Sosial, Bagas Susilo dan Kepala Bidang Statistik Ketahanan Sosial, Taufiq Fajar Dewanto, saat merilis berita resmi statistik di kantornya, Senin (15/07/2019).

JAYAPURA, PapuaSatu.com Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat  persentase penduduk kemiskinan di Papua selama enam bulan terakhir di tahun 2019 mengalami peningkatan hingga 27,53 persen.

“Dengan pendekatan ini kemiskinan di pandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial, Bagas Susilo kepada wartawan di Kantor BPS, Senin (15/7/2019).

Untuk mengukur kemiskinan, kata Bagas, BPS selalu mengunakan konsep kebutuhan dasar dimana perkembangan tingkat kemiskinan dapat dilihat menurut tipe daerahnya.

“Diketahui bahwa penduduk miskin yang tinggal di daerah perdesaan cukup tinggi. Pada Maret 2019 terdapat 885,35 ribu jiwa atau 36,84 persen. Sedangkan penduduk miskin yang tinggal di daerah perkotaan hanya sebesar 41,01 ribu jiwa atau 26 persen,” jelasnya.

Meskipun demikian, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan malah mengalami peningkatan lebih besar dibanding daerah pedesaan.

“Kenaikan persentase penduduk miskin di daerah perkotaan sebesar 0,25 persen, dan untuk daerah perdesaan persentase penduduk miskin juga mengalami kenaikan 0,19 persen,” ucapnya.

Dilanjutkan, jenis-jenis komoditas yang juga menjadi salah satu pemicu garis kemiskinan serta kontribusinya untuk daerah perkotaan yakni beras 14,89 persen, rokok kretek filter 8,91 persen dan ikan tongkol/tuna /cakalang 4,47 persen.

Dimana untuk daerah perdesaan, jenis komoditas yang unggul yakni ketela rambat/ubi 19,77 persen, beras 9,52 persen dan yang terakhir rokok kretek filter 6,74 persen. [ayu]