Kontraksi Ekonomi Makin Dalam, BI Papua Katakan Dont Worry

0
44
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga didampingi Penjabat Kepala Tim Pengembangan Ekonomi, Dwi Putra Indrawan dan Kepala OJK, Adolf Victor Simanjuntak dalam kesempatan ngopi bareng media di Cafe Pilos, Ruko Pasifik Permai, Dok II, Kota Jayapura, Selasa (13/8/19).

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pertumbuhan ekonomi Papua yang mengalami kontraksi di triwulan I 2019 cukup dalam, dan terkontraksi makin dalam di semester II 2019, danpak negatifnya hanya dirasakan sebagian kecil rakyat Papua, yakni yang ekonominya tergantung pada sektor pertambangan dan.penggalian.

Dalam hal ini, adalah yang terkait dengan produksi ekspor hasil tambang PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Hal itu, kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga didampingi Penjabat Kepala Tim Pengembangan Ekonomi, Dwi Putra Indrawan dan Kepala OJK, Adolf Victor Simanjuntak dalam kesempatan ngopi bareng media di Cafe Pilos, Ruko Pasifik Permai, Dok II, Kota Jayapura, Selasa (13/8/19).

“Jadi memang hasil yang kami dapatkan, memang Tahun 2018 kemarin produksinya luar biasa tinggi,” ugkapnya.

Dalam produksinya berfluktuasi, dan di Tahun 2019 ini tidak dapat dipertahankan karena open miningnya terbatas, dan masih dalam proses peralihan menuju tambang bawah tanah.

Terkait pertumbuhan ekonomi, kata Tigor Sinaga, dipengaruhi berbagai sektor, sektor pertanian, perdagangan, trasportasi, pertambangan dan penggalian, serta sektor-sektor lainnya.

Dikatakan, saat ini sektor pertambangan yang terpengaruh. Sedangkan dari sektor lain, konsumsi, investasi, governance, ekspeditur ataupun ekspor impor

“Nah ekspor-impornya yang terpengaruh,” tandasnya.

“Jadi kalau sisi lapangan usaha pertambangannya yang drop, dari sisi penggunaannya adalah sisi ekspor impornya yang drop, karena sebagian besar konsentrat-konsentrat itu diekspor,” jelasnya.

Dan jika tanpa memperhitungkan kinerja LU pertambangan dan penggalian, perekonomian Papua pada triwulan II 2019 tumbuh sebesar 5,72% (yoy) melambat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan I 2019 sebesar 6,30% (yoy).

“Jadi dont worry, karena kontraksi ekonomi tersebut hanya perhitungan matematis di Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)-nya saja,” ujar Tigor Sinaga.[yat]