Gubernur Papua Buka Konferensi GIDI Ke – XIX di Bokondini

Caption : Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe, S.IP, MH, saat membuka Konferensi GIDI Ke - XIX di Bokondini yang ditandai dengab pelepasan balon udara, Senin (27/11/2018).
Caption : Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe, S.IP, MH, saat membuka Konferensi GIDI Ke - XIX di Bokondini yang ditandai dengab pelepasan balon udara, Senin (27/11/2018).

TOLIKARA, PapuaSatu.com – Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH secara resmi membuka Konferensi Umum Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Ke – XIX yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Senin (27/10/2018).

Konferensi yang mengusung Thema ” Penginjilan Belum Selesai”  ini, dihadiri Forkopimda Provinsi Papua, utusan perwakilan Jemaat GIDI di 8 Wiayah, Utusan Luar Negeri, Denominasi Gereja serta tamu undangan lainnya yang dijadwalkan berlangsung dari Tanggal 27 – 30 November 2018.

Sebelum Konferensi, terlebih dahulu dilakukan pengresmian Monumen Masuknya Injil di Bokondini 1 Mei 1956 dengan penandatanganan prasasti oleh President GIDI Pdt Dorman Wandikbo, S.Th, Misionaris Pdt. Donal James Sterrey, Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH, serta Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak, SH, M.Si. yang kemudian dilanjutkan dengan Ibadah Pembukaan Konferensi.

Caption : Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH saat menandatatangani prasasti Monumen Masuknya Injil di Bokondini 1 Mei 1956. Senin (27/11/2018). Foto : Moza/PapuaSatu.com
Caption : Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH saat menandatatangani prasasti Monumen Masuknya Injil di Bokondini 1 Mei 1956. Senin (27/11/2018). Foto : Moza/PapuaSatu.com

Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH, sebelum membuka Konferensi menyampaikan,  injil sudah masuk di Bokondini dan jika semua jemaat GIDI sudah menerima Yesus maka seharunyalah jemaat GIDI melakukan semua hal sesuai dengan ijil. ” kalau ko tidak lakukan sesuai firman Tuhan ko tidak akan masuk surga. Alah mengajak kita untuk melakukan kehendak Tuhan yang salah satunya sesuai dengan visi Gereja GIDI adalah semua orang masuk surga,” tegas Gubernur.

Seluruh orang GIDI di Indonesia terutama di Provinsi Papua agar menjaga kesucian diri dengan tidak mengkomsumsi minuman beralkohol, berperang antar suku namun harus hidup dengan mencerminkan Yesus. ” Tinggalkan Narkoba, tinggalkan minuman keras, merokok. ini silarang oleh gereja kita oleh karena itu hal – hal yang menghambat kita untuk maauk surga harua kita tinggalkan,” harapnya.

Untuk itu dirinya meminta semua umat Tuhan untuk mempersiapkan diri dan mempwrsiapkan kualitas sumberdaya manusia yang memiliki daya saing sehingga dengan daya saing yang tinggi akan dapat dihargai oleh bangsa ini.

” GIDI lahir dalam keadaan keterbatasan, GIDI lahir dengan kotekan dan salib, oleh karena itu kita harus mempersiapkan kualitas sumber daya manusia GIDI harua lebih unggul dan berdaya saing,” ucapnya.

President GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo, S.Th. mengatakan, dimomen bersejarah 56 Tahun hadirnya Injil ini umat GIDI harus berterimakasih kepada pelaku sejarah dan tokoh rohani dan misionaris yang datang dinegeri ini sehingga hari ini orang papua bisa berkarya dan melayanani atas karya yang telah dilakukan para tokoh terdahulu.

Dirinya mengajak umat GIDI dalam kesempatan konferensi ini  agar mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan dan peluang yang akan sihadapi kedepan. ” Umat GIDI harus bangkit untuk injil dan maju bersama Tuhan Yesus Kristus, karena kami ini gereja ini menjadi berkat bagi bangsa – bangsa yang lain. jangan menghalagi gereja untuk menjalankan visi Tuhan, jangan menghambat gereja dalam menjalankan keadialan di negeri ini, ujarnya.

Selaku Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Ricky Ham Pagawak, mengucapkan terima kasih atas dukungan dana dari semua pihak guna terselenggara konferensi GIDI Ke – XIX dan panitiapun sudah bekerja selama hampir 1 tahun  dengan lebih dari 20 kegiatan dalam menunjang pelaksanaan konferensi, diantaranya Pembangunan Aula Power Ericson, Pembanguna dapur umum dan ruang makan, rehap 10 unit rumah misionaris, renovasi Gereja serta bantuan pembangunan 7 jembatan oleh Pemda Tolikara.

Untuk itu atas nama GIDI dan panitia dan atas namaklasis Bogoba, wilayah Bogo dirinya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur, Bupati dan semua pihak yang telah peduli dan menyumbangkan bagi terlaksananya konferensi GIDI yang ke-XIX.

” Saya yakin dan percaya seluruh sumbangan dan berkat Tuhan ini telah dipakai dan digunakan oleh panitia demi kepentingan konferensi yang akan dan telah dilaksanakan. Harapan kami kalau sudah dibuka dengan aman sesuai rencana Tuhan sampai selesai kami panitia menyerahkan kepada Tuhan,”ujarnya.[moza]