Luar Biasa, Ribuan Umat Mengikuti Ibadah Syukur HPI ke 164 di GOR Cenderawasih

0
545
Caption: para pimpinan umat foto Bersama dengan para pejabat yang hadir dalam ibadah puncak HUT HPI 164 di GOR Cenderawasih. Foto : Sony/PapuaSatu.com
Caption: para pimpinan umat foto Bersama dengan para pejabat yang hadir dalam ibadah puncak HUT HPI 164 di GOR Cenderawasih. Foto : Sony/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Luar biasa, Ibadah syukur puncak peringatan HUT Pekabaran Injil  di Tanah Papua ke 164 yang dipusatkan di GOR Cenderawasih APO,Selasa (5- Febuari 2019)  berlangsung penuh hikmat.

Ada sekitar 3000 umat Tuhan dari berbagai denominasi gereja di Kota Jayapura dan sekitarnya dengan penuh suka cita meninggikan  dan memuliakan Tuhan dalam ibadah syukur tersebut.

Mereka bersyukur, karena Injil sebagai  Kekuatan Allah itu,  masuk ke Tanah Papua sejak  5 Februari 1885, sudah 164 tahun. Injil telah membawa dampak perubahan luar biasa bagi Papua. Papua yang dalam kegelapan dosa,kini diterangi injil Tuhan.

Ketua PGGP, Pdt. MPA Maury,S.Th  yang ditemuai PapuaSatu.com, di GOR Cenderawasih mengatakan, luar biasa Tuhan bekerja dalam ibadah syukur ini. Itu dibuktikan antusiasme ribuan umat  memenuhi GOR Cenderawasih mengikuti ibadah bersama.

Ini pertanda totalnya dukungan dan kerja sama para pimpinan denominasi gereja yang tergabung dalam PPGP.  “Puji Tuhan,luar biasa meski persiapan hanya beberapa hari,  tetapi acara seminar 2 hari dan  Ibadah Syukur  HPI 164 dapat berlangsung  luar biasa,”katanya.

HUT HPI 164 tahun 019 ini mengangkat tema” Ya Tuhan, Selamatkanlah Kami.(1 Tawarik 16:35), Sub Tema: Dengan Kuasa Tuhan Kami Siap Mentranformasikan Papua.

Ibadah diawali sambutan dan laporan Ketua Umum Panitia HPI 164, Pdt.Hiskia Rollo,S.Th, MM,disusul sambutan Ketua PGGP,Pdt.MPA Maury,S.Th dan Gubernur Papua yang diwakili Kepala Biro Kesra, Drs. Naftali Yogi,MM.

Caption: Ketua PGGP Pdt.MPA Maury, S.Th saat diwawancarai. Foto : Sony/PapuaSatu.com
Caption: Ketua PGGP Pdt.MPA Maury, S.Th saat diwawancarai. Foto : Sony/PapuaSatu.com

Hiskia Rollo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Forkopimda, PGGP, TNI/Polri serta semua pihak  sehingga ibadah syukur yang diikuti ribuan umat ini dapat berlangsung sesuai rencana dan  penuh hikmat.

Sedangkan Naftali Yogi saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Papua ,Lukas Enembe, mengatakan, sudah 164 tahun injil masuk Papua, maka sebuah pertanyaan  apakah karakter  dan prilaku kita sehari-hari sudah sejalan dengan usia injil tersebut.

Sudakah pimpinan gereja  benar-benar bersatu dalam pembangunan mental spiritual umat di Papua? Sebab pembangunan adalah tanggung jawab Bersama, dibutuhkan sinergitas semua stakeholder, khusnya tiga tungkuh yaitu pemerintah, gereja, dan adat.

Dikatakan, Tahun 2019 ini tahun politik yang panas, peran tiga tungku ini sangat penting untuk mensosialisasikan sesuai  tupoksinya, sehingga  kita dapat memilih pemimpin yang terbaik, yaitu  presiden maupun legislative dalam semua tingkatakan.

Satu hal yang perlu jadi perhatian  Bersama bahwa suatu waktu Papua akan bangkit memberkati  Indonesai dan  bangsa-bangsa. Hal ini sejalan  Amanat Agung Yesus Kristus(Matius 28:19-20).

Sementara itu MGR DR. Leo Laba Ladjar, OFM dalam khotbahnya mengangkat tema Injil Adalah Kekuatan Allah. Dikatakan, misionaris Ottow dan Gesler pembawa injil  ke Papua sejak 5 Feb 1885, bukanlah orang kaya atau berpendidikan  Teologia.

Kedua orang ini sederhana, namun taat,  kenapa injil bisa menebar kemana-mana dari dua orang biasa ini,  sebab Injil Itu Kekuatan Allah. Injil dapat mengubah hati-hati yang keras menjadi lembut, mengubah senjata menjadi alat-alat pertanian yang  mensejahterakan umat dll.

Dileskan, selain injil Kekuatan Allah,  tetapi Injil juga sebagai  kelemahan Allah.  Mengapa? karena Allah selalu menawarkan pendekatan kasih, tidak ada paksaan atau kekuasaan, padahal pendekatan kasih bisa ditolak bahkan tak direspon, itulah kelemahannya.

Allah bicara degan kasih lewat hati manusia, dengan kasih itu lahirlah cinta.  Dicontohkan, di zaman nabi-nabi meski Allah pernah marah, tetapi tidak pernah kehilangan kesabaran.(Yeheskiel 36:6).

“Karena Injil Kelemahan Allah,  sehingga di usia ke 164 tahun injil masuk Papua belum semua tersentuh injil,”katanya.

Acara ini juga dimeriahkan  paduan suara kodam yang sangat memberkati dengan lagu nya Obor Papua,dan solo Yuro Rumkorem. [sn/sony]