Pasangan MAMA Yakin Peroleh Suara 80 Persen di Kampung Yaturaharja

0
182
Caption : Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 01 Kabupaten Keerom, Muh Markum-Malensius Musi saat menyampaikan sambutan pada kampanye terbatas di Arso 10 Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Senin 28 September 2020
Caption : Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 01 Kabupaten Keerom, Muh Markum-Malensius Musi saat menyampaikan sambutan pada kampanye terbatas di Arso 10 Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Senin 28 September 2020

KEEROM,  PapuaSatu.com –   Setelah Pasangan calon Bupati dan wakil Kabupaten Keerom nomor urut 01, Muh Markum-Malensius Musui melaksanakan Kampanye terbatas di empat titik wilayah Distrik Arso 6, Kabupaten Keerom Provinsi Papua, pada Sabtu (26/05/2020).

Kali ini, pasangan MAMA yang didukung Delapan Partai Politik tersebut melaksanakan  kampanye terbatas di Kampung Yaturaharja, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Senin 28 September 2020.

Kedatangan pasangan MAMA  bersama tim Koalisi partai politik disambut meriah oleh masyarakat, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah diatur oleh PKPU, yakni menjaga jarak dan menggunakan masker.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas doa Bapak Ibu Sekalian, dan para Alim ulama yang telah mendoaakan dari pertama hingga hari ini, mulai dari pendaftaran hingga penetapan calon, Berkat doa semuanya saya mendapatkan nomor urut 01 lagi,’’ ungkap calon Bupati Muh Markum dihadapan masyarakat .

Markum meyakini, pada Pilkada Tahun 2020 ini Dia Bersama Malensius Musui Bisa memperoleh 80 Persen suara di Kampung Yaturaharja. “Keyakinan saya di kampung Yaturaharja ini bisa mendapat 80 persen suara karena pada pilkada 2010 dan 2015 saya menang disini,’’ tuturnya.

Markum menuturkan, Program pertama yang akan dilanjutkan jika kembali terpilih adalah infrastruktur jalan. “Dari infrastuktur jalan Rasa rasanya saya masih kurang puas karena adanya corona, untuk itu kami akan bangun kembali dari suakarsa sampai arso 10 menggunakan bahan beton yang kualitasnya sama dengan landasan pacu bandara Evron,’’ ucapnya.

Kedua yaitu masalah pertanian, memang dalam situasi Covid-19 ini banyak petani yang gagal panen bahkan pendapatan mereka anjlok. “dalam situasi covid ini Harga dan daya serapnya sangat anjlok, makanya petani semuanya mengeluh, saya sadar dan paham, kerana masalah pertanian sebagai penyangga untuk Kota dan Kabupaten Jayapura, tingkat penyerapannya sangat rendah dan tidak lewat dari 40 persen bahkan tidak laku,’’ tukasnya.  [redaksi]