Di Sentani, Seorang Wanita Dibunuh Pasangan ‘Kumpul Kebo’-nya

Kapolres Jayapura, AKBP Victor D. Macbon bersama Wakapolres dan Kasat Reskrim Polres Jayapura saat menunjukkan barang bukti foto korban saat ditemukan di Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat
Kapolres Jayapura, AKBP Victor D. Macbon bersama Wakapolres dan Kasat Reskrim Polres Jayapura saat menunjukkan barang bukti foto korban saat ditemukan di Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat

SENTANI, PapuaSatu.com – Seorang wanita bernama Maya Sari Ely (27) ditemukan tak bernyawa dengan luka cekikan di lehernya di sekitar kuburan Nasendi, Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat, pada Minggu (6/6/21).
Dari hasil penyelidikan aparat kepolisian, korban diketahui dibunuh oleh tersangka GL (23) dan mayatnya dibuang di tempat tersebut.

Kapolres Jayapura, AKBP DR. Victor Dean Macbon mengungkapkan, korban adalah pasangan tanpa status menikah (baca: kumpul kebo) yang sudah berlangsung selama dua tahun.

Kasus pembunuhan terjadi Hari Rabu (2/6/21), di tempat tinggalnya, di kawasan Kehiran 1, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Pada tanggal 2 Juni 2021 malam, ada keributan sehingga memaksa pelaku melakukan kekerasan terhadap korban dengan jalan memukul korban sebanyak tiga kali dan mencekik selama sekitar 15 menit, sehingga korban tidak bisa bernapas dan mati saat itu juga,” ungkap Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Macbon kepada wartawan di halaman Mapolres Jayapura, Rabu (9/6/21).

Karena ketakutan, pada tanggal 3 Juni 2021 pelaku membawa mayat korban menggunakan mobil box milik perusahaan tempat pelaku bekerja.

Selanjutnya korban dibuang di Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat, dan ditemukan oleh warga tiga hari kemudian, yakni tanggal 6 Juni 2021.

Motifnya adalah masalah ekonomi, yaitu tuntutan-tuntutan korban kepada pelaku yang memicu amarah pelaku, sehingga terjadi peristiwa pembunuhan tersebut.

Pelaku, kata Kapolres, mengakui bahwa korban juga mengancam akan melaporkan ke polisi atas tindakan pelaku berupa penganiayaan kepada korban yang terjadi sebelumnya.

Dalam kasus tersebut, lanjut Kapolres, tidak ada unsur perencanaan dari tersangka untuk membunuh korban.

Atas tindakannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338, subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.[yat]