Meski Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Kasus Tewasnya Ali Kogoya Tetap Lanjut

Kapolres Jayapura, AKBP Dr. Victor D. Macbon didampingj Kapolsekta Sentani saat memberikan keterangan pers, Selasa (15/12/20)
Kapolres Jayapura, AKBP Dr. Victor D. Macbon didampingj Kapolsekta Sentani saat memberikan keterangan pers, Selasa (15/12/20)

SENTANI, PapuaSatu.com – Kasus tewasnya seorang pemuda bernama Ali Kogoya (23) akibat dianiaya di Pasar Lama Sentani pada Rabu (9/12/20), berujung penyelesaian damai antara pihak korban dengan pelaku.

Yang mana, pihak keluarga korban telah mencabut laporan polisinya di Polres Jayapura.

Namun demikian, karena kasusnya bukan delik aduan, kata Kapolres Jayapura AKBP. Dr. Viktor Dean Macbon, masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak kejaksaan, untuk mempertimbangkan proses penyidikan lebih lanjutnya.

Kasus penganiyaan yang berujung saling serang antara warga di Kampung Komba, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura tersebut, diselesaikan secara kekeluargaan dan dimediasi oleh Polres Jayapura.

“Empat tersangka ini mereka menyerahkan diri dan mengakui perbuatan mereka melakukan penganiyaan, ” ujar Kapolres kepada wartawan di Mapolsekta Sentani Kota, Selasa (15/12/20).

Namun terang Kapolres akibat dari penganiyaan tersebut menyebabkan korban meninggal dunia saat di rawat di RSUD Yowari.

Berdasarkan keterangan tiga orang saksi yang telah di periksa maka 4 orang di tetapkan sebagai tersangka sesuai dengan alat bukti yang di kumpulkan termasuk hasil visum.

“Kemarin sudah dibicarakan kedepannya bagaimana status hukumnya dan juga secara adat,” katanya.

Pembicaraan dilakukan antara keluarga korban yang difasilitasi tokoh adat asal Tolikara dengan pihak tersangka yang dimediasi oleh penyidik Polres Jayapura.

“Dari kedua bela pihak pelaku dan korban mereka menyatakan kejadian ini karena adanya sebab akibat,” tutur Kapolres

lanjut Kapolres, kedua belah pihak menyadari perbuatannya masing-masing, sehingga kedua belah pihak meminta kepada penyidik Polres Jayapura untuk dapat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

“Yang luar biasanya dari pihak korban tidak menuntut apa-apa, ini berbeda dengan yang lain mungkin bisa menjadi pembelajaran kepada semua untuk melihat konteks masalahnya ada sebab akibat,” imbuhnya.

Meski telah ada kesepakatan damai, namun penyidik Polres Jayapura belum membebaskan keempat tersangkanya, karena kasusnya bukan delik aduan.[yat]