Polres Jayapura Berserta Tokoh Agama Se-Kabupaten Jayapura Gelar Doa Bersama

529

Caption Foto : AKBP Victor Mackbon, SH., S. IK., MH., M. Si. Saat memberikan Sambutan dalam acara Doa bersama, di Hotel Grand Allison Sentani, Rabu (25/4/2018) pagi.(Tinus Yigibalom/PapuaSatu.com)

SENTANI, PapuaSatu.com – Dalam menghadapi Pesta Demokrasi 2018, Polres Jayapura berserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan  tokoh agama se-Kabupaten Jayapura menggelar doa bersama di Hotel Grand Alison Sentani-Kabupaten Jayapura,  Rabu (25/4/2018).

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Mackbon, SH., S. IK., MH., M. Si. dalam sambutanya mengatakan, doa bersama sebagai tanda silahturami untuk bisa berdiskusi tentang bagaimana menghadapi pemilu kada Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Papua mendatang.

Dalam menghadapi pesta demokrasi ini, Kapolres mengakui bahwa sehebat apapun dalam menghadapi pesta demokrasi tanpa  mendapat restu dari Tuhan, maka semuanya akan sia-sia.

“Dalam melaksanakan pilkada ini kita harus berjuang bersama karena ini merupakan pesta demokrasi dan tentunya kita harus senang karena kita juga mempunyai hak pilih dan memilih untuk menentukan pilihannya,” katanya.

Kapolres berharap agar berdoa bersama –sama dalam menghadapi demokrasi sehingga ke depannya bisa menghasilkan pemimpin- pemimpin  yang baik, yaitu terutama pemilihan Gubernur, yang akan berlangsung di beberapa Kabupaten di Provinsi Papua.

Hal itu disampaikan karena pemilih berhak untuk memilih sesuai dengan hak konsitusi. Apalagi kabupaten Jayapura memiliki simbol yakni kenambay umbay. “ Ini bisa menjadi satu pondasi buat kita untuk menghadapi dinamika-dinamika kehidupan yang Ada di Kabupaten Jayapura,” tukasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro mengatakan dalam melewati pemilukada ini biasanya ada dua kesan yang selalu ada yaitu, balas dendam dan balas budi.

Oleh sebab itu, kata Giri, Kabupaten Jayapura harus diterapkan musyawarah mufakat yang harus dijaga bersama dan diterapkan dimana saja.

“Kearifan lokal juga harus di angkat atau dibicarakan di para-para adat karena ini merupakan satu kebijakan yang luar biasa, kerena hal-hal ini yang sering dilakukan oleh tokoh-toko sebelum kita jadi kita tinggal melanjutkan perbuatan-perbuatan baik yang suda di tinggalkan oleh tokoh-tokoh dan orang-orang tua yang sebelum Kita,” pungkasnya

Giri berharap, dalam menghadapi pesta demokrasi terlebuh khusnya pemilihan Gubernur Papua ini bisa berjalan baik dan harus ada kedamaian yang bisa dirasakan oleh masyarakat, baik itu pemilih mapun yang dipilih, agar pemilu menjadi tumpuan dalam akselerasi untuk semangat yang tinggi demi terwujudnya pilkada damai dan demokratis.

“Pemilu damai dan aman menjadi pilar demokrasi dalam menghasilkan pemerintahan yang demokraris dan membawa perubahan yang lebih baik bagi NKRI, Provinsi Papua dan terlebih khusnya Kabupaten Jayapura” harap Wabup Giri Wijayantoro. [tyi/loy]