Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Prestasi Pembangunan Mathius-Giri sampai ke Tingkat Nasional

Bupati dan Wakil Bupati Jayapura ketika keluar dari tempat ibadah bersama 1 tahun kepemimpinan di Pemerintahan kabupaten Jayapura, 12 Desember 2018
Caption : Bupati dan Wakil Bupati Jayapura ketika keluar dari tempat ibadah bersama 1 tahun kepemimpinan di Pemerintahan kabupaten Jayapura, 12 Desember 2018

SENTANI, PapuaSatu.com – Satu tahun, ibarat seorang bayi yang baru belajar untuk berdiri dan berjalan, dalam artian belum banyak yang bisa dilakukan.

Jika ingin berjalan dengan sempurna bahkan berlari kencang, masih butuh tiga atau empat tahun lagi untuk mewujudkannya. Namun Bayi tak semua menunggu 2 atau tiga tahuh sudah bisa beridri, 1 tahun sudah menunjukan kemampuan untuk bisa berdiri dan berjalan.

Gambaran itu, seperti yang terjadi pada Pemerintahan Mathius Awoitauw SE.M.Si dan Giri Wijayantoro sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jayapura, yang sudah genap berusia satu tahun pada 12 Desember 2018 ini.

Bila menilik kebelakang tepatnya setahun lalu, kedua sosok pemimpin di negeri Khenambay Umbay ini merupakan waktu yang sangat singkat apabila merenung kembali bahwa kepemimpinan Mathius Awoitauw dan Giri Wijayantoro  pernah berdiri dihadapan ribuan masyarakat untuk menytatakan sumpah janji untuk membangun kabupaten Jayapura lima tahun sesuai Visi Misi yang telah disampaikan masa kampanye.

Meski baru satu tahun, Visi Misi tersebut sudah banyak yang dilaksanakan dan banyak kemajuan pembangunan baik itu infrastruktur maupun pencapaian prestasi lainnya hingga mencapai ke tingkat nasional maupun Provinsi.

Hal itu tersebut tertuang pada peringatan ibadah syukur oleh Bupati dan Wakil Bupati bersama seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan  OPD, Staf di Pemerintahan serta seluruh masyarakat di kabupaten Jayapura, yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (12/12/2018) pagi.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga pada kepemimpinannya selama satu tahun bersama Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro bisa berjalan terhitung 12 Desember 2017 lalu hingga sekarang ini.

“Telah banyak kemajuan pembangunan baik itu infrastruktur maupun pencapaian prestasi lainnya sampai ke tingkat nasional maupun provinsi,” ucap Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dalam sambutannya didamping Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro.

Meski dianggap banyak kemajuan  pada kepemimpinannya, namun Bupati Mathius Awoitauw berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pelayanan birokrasi sehingga lebih efektif dan efisien. Hal ini  demi masyarakat sehingga perlu dilakukan pembenahan di tahun kedua nanti.

Bagi Mathius yang sudah memimpin daerah dua periode ini, mengatakan pelayanan Birokorasi sangatlah tidak mudah karena setiap persoalan selalu ada di birokrasi, sehingga birokrasi di kabupaten Jayapura tidak beridiri sendiri tapi mempunyai rangkaian di provinsi maupun kementerian/lembaga di pusat.

“Jadi mereka juga punya koordinasi dan komunikasi, misalnya seperti kehutanan, perikanan, perindagkop dan kominfo,” kata Mathius.

“Mereka ini di kementerian/lembaga juga ada. Jadi, mereka ada punya jaringan sistem dari segi kelembagaannya itu ada terstruktur, meskipun tidak terlalu ketat. Tapi, regulasi-regulasi yang diturunkan itu juga harus di ikuti. Di pusat saja antar kementerian/lembaga juga tidak mudah untuk bersatu, dan itu juga terbawah sampai kesini,” sambung dia.

Kabupaten Jayapura,  aku Mathius, juga memiliki kebutuhan-kebutuhan tersendiri. Misalnya di wilayah Grime Nawa, yang mana di sana sesuai potensi perkebunan yang dimiliki sehinga semua pihak harus bergerak, bagaimana Kakao (Coklat) ini menjadi produk unggulan dan kalau perlu tembus sampai pasar ekspor, serta dikerjakan oleh industri yang ada disitu.

Kebutuhan lainnya, seperti di bidang perikanan, pengolahan, budidaya ikan air tawar dan laut, di bidang pariwisata. Semuanya bakal memacu sektor pariwisata dengan industri-industri kerajinan tangan dan lain sebagainya.

Tentunya, prestasi dan kinerja-kinerja itu harus ditingkatkan lagi, OPD di Pemkab Jayapura harus tanggalkan ego sektoral karena kabupaten Jayapura di saat ini sudah menentukan komoditas-komoditas unggulan. “Ketika kita bicara ini maka semua OPD sudah harus tanggalkan ego sektoralnya,” kata papar Mathius.

Sedangkan untuk pendidikan dan kesehatan, Mathius telah mengacungi jempol karena Pemerintah Kabupaten Jayapura telah menyepakati pendidikan dasar harus menjadi program unggulan di daerah dengan pola asrama. “Artinya, hal-hal lain jangan dipikirkan lagi. Jadi, semua harus mengacu pada kebijakan daerah,” utaranya.

Untuk itu, Bupati Mathius mengingatkan kepada seluruh OPD yang ada di Kabupaten Jayapura untuk tidak mengedepankan ego sektoral dengan cara memaksakan kehendaknya.

Namun, hal yang harus diperhatikan kepada seluruh OPD adalah membangun sinergitas dalam mensukseskan program prioritas pembangunan sesuai dengan target pembangunan yang akan dicapai sesuai dlam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan visi misi Kabupaten Jayapura.

“Nah, OPD-OPD yang tidak ada hubungannya dengan rencana besar kebijakan ini harus menyesuaikan, dan tidak boleh paksakan diri. Karena kalau dia (OPD) paksakan diri maka potensi lokalnya tidak ada yang dikerjakan,” imbuhnya,

Bupati Mathius mencontohkan soal gizi anak-anak di usia PAUD, TK dan SD. “Berarti ketahanan pangan, perkebunan, peternakan dan pertanian serta perikanan itu sudah harus mulai mengambil tanggung jawab tersebut, bagaimana usaha pekarangan masyarakat di kampung-kampung ini harus tersedia dan harus ada tenaga-tenaga PPL secara terus menerus disitu,” tukasnya. [mi/loy]