Satu Korban Gempa di Gedung Kantor Bupati Jayapura Berhasil Diselamatkan Tim Sar

Caption Foto : Salah satu korban gempa bumi berhasil diselamatkan tim Sar saat berada di lantai II Gedung D kantor Bupati Jayapura, Kamis (26/4/2018). (Tinus Yigibalom/PapuaSatu.com)

SENTANI, PapuaSatu.com – Salah satu korban gempa bumi dengan kekuatan 7,2 skala richter berhasil diselamatkan oleh Tim Badan penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Jayapura.

Korban diketahui sedang meminta pertolongan di salah satu ruangan Lantai II gedung D kabupaten Jayapura, pada Kamis (26/4/2018).

Atas informasi itu, 33 personil gabungan Tim Sar, TNI/Polri, Dinas Kesehatan dan dari perguruan tinggi di Papua untuk memberikan penyelamatan bagi korban.

Pantauan PapuaSatu.com terlihat, salah satu anggota Tim Sar berupaya menerobos ruangan di lantai II gedung D untuk menyelematkan salah satu korban gempa tersebut.

Korban akhirnya berhasil dievakuasi dengan kondisi luka-luka sehingga langsung mendapat pertolongan oleh tim medis yang disiapkan Dinas Kesehatan kabupaten Jayapura.

Sementara dua mobil jenis Rescue dan 1 unit mobil dapur umum berusaha membantu memberikan makan bagi 500 orang korban bencana di dalam tenda pengungsian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jayapura, Drs. Sumartono mengutarakan, simulasi yang dilakukan untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang digelar secara bersama seluruh Indonesia setiap tanggal 26 April.

“Simulasi ini selalu kita lakukan setiap tahun. Dimana untuk simulasi tahun ini, kita kembali melibatkan TNI-Polri, SAR, Dinas kesehatan, NGO, Perguruan Tinggi dan LSM serta beberapa perangkat daerah terkait lainnya,” imbuhnya.

Sumartono juga menjelaskan, simulasi gempa bumi dan kebakaran tersebut diawali dengan mengevakuasi korban gempa bumi dengan kekuatan 7,2 skala richter (SR).

“Simulasi yang kita lakukan melibatkan sekitar 8 orang korban dari perguruan tinggi, 20 anggota gabungan Tim SAR, TNI-Polri serta 5 orang dari Dinas Kesehatan,”  ujarnya

Setelah melakukan evakuasi korban bencana gempa bumi, kata Sumartono, pihaknya melakukan simulasi memadamkan kobaran api di salah satu gedung, dengan melibatkan beberapa anggota SAR, BPBD dan TNI-Polri.

Sumartono berharap dengan adanya simulai gempa bumi dan kebakaran ini, tim dapat selalu siaga menghadapi ancaman bencana yang akan terjadi di Kabupaten Jayapura.

“Kita semua lebih meningkatkan lagi kordinasi serta komunikasi. Sehingga saat ada  bencana baik itu, gempa, kebakaran maupun bencana alam lainnya, dapat kita atasi bersama-sama,” harapnya. [tyi/loy]