Warga Ebunfauw Belum Nikmati Air Bersih

1162

SENTANI, PapuaSatu.com – Sedikitnya 3000 warga di Kampung Kamiaka, Abar, Simporo dan Babronko, Distrik Ebungfauw Kabupaten Jayapura hingga saat ini masih kesusahan air bersih dan harus menggunakan air hujan untuk kepeluan sehari-hari.

“Yang kami andalkan hanya air hujan, yakni dengan penampungan. Namun penampungan hanya bisa bertahan palin lama dua hari, jika sudah tidak ada air hujan maka kami dan masyarakat harus turun ke danau dan mengambil air danau, tapi air danau sudah tidak layak dikonsumsi,” kata Kepala Puskesmas Ebungfauw, Erni Purba kepada wartawan di Sentani.

Dikatakan, sejauh ini pihak pemerintah kampung sudah mengusulkan untuk pengadaan air bersih di kampung-kampung tersebut, tapi belum terealisasi hingga saat ini.

“ Ini sudah dari jaman dulu air bersih tidak ada, sudah berulang kali pemerintah kampung mengusulkan melalui Musrembang, tapi sampai sekarang tidak pernah ada realisasi, akibatnya sekitar 3000 jiwa di lima kampung ini yang belum menikmati air bersih hingga saat ini,” sebutnya.

Hal ini juga berdampak pada proses pelayanan kesehatan di masyarakat, karena dalam memberikan pelayanan harus menggunakan air bersih.

“Contohnya persalinan, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan air, ini sangat memprihatinkan karena yang kami andalkan hanya air hujan, jika tidak ada maka otomatis pelayanan kesehatan terganggu,” jelasnya.

Selain itu kata Erni, dampak dari tidak adanya air bersih menyebabkan munculnya beberapa penyakit kulit, seperti jamur, kudis, dan panu.

“ Itu karena masyarakat mandi dan konsumsi air kotor dan otomatis cacingan juga tinggi,” paparnya.(piet/ahmadj)