Dinkes Papua Canangkan Imunisasi IPV 2 Di Provinsi Papua

60

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sebagai upaya peningkatan kekebalan tubuh anak terhadap Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), khususnya Polio, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua melaksanakan Pencanangan Imunisasi IPV 2 atau Inactivated Poliovirus Vaccine di Provinsi Papua.

Pencanangan Imunisasi IPV 2 sekaligus sebagai upaya memperkenalkan penambahan jenis imunisasi rutin tersebut kepada masyarakat, berlangsung di Kota Jayapura, ditandai dengan pemberian vaksin pertama kepada dua bayi bernama Agatha Giandra dan Kitari Mansi, pada hari Rabu (12/7/2023) siang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Robby Kayame, dalam keterangan pers mengatakan Polio merupakan salah satu penyakit yang dapat diberantas, karena virus polio hanya hidup dan berkembang biak di tubuh manusia. Polio masih belum memiliki pengobatan hingga saat ini. Namun, penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi dan tersedia Vaksin Polio yang aman dan efektif.

“Untuk mengoptimalkan perlindungan terhadap polio, secara bertahap akan ditambahkan dosis kedua imunisasi IPV atau IPV 2 ke dalam jadwal imunisasi rutin sesuai rekomendasi WHO dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI)”, ungkapnya.

Dikatakan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua saat ini sudah menyiapkan seluruh vaksin yang dibutuhkan dan akan terus melakukan sosialisasi kepada tenaga kesehatan yang ada di Papua untuk kesiapan pelaksanaannya.

“Pencanangan IPV 2 ini tidak hanya bertujuan untuk melengkapi seluruh rangkaian dosis imunisasi polio yang diperlukan di Indonesia, tetapi juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya penguatan program imunisasi nasional secara menyeluruh”, tambahnya.

Dinkes Provinsi Papua selaku fasilitator dan monitoring program, menargetkan cakupan imunisasi di Papua bisa mencapai di atas 90 persen. Apabila hanya sedikit anak-anak yang diimunisasi, maka anak yang tidak diimunisasi akan menularkan polio ke anak lainnya. Jika terjadi penularan maka akan terjadi mutasi virus polio dan kasus akan semakin banyak.

Imunisasi polio sebaiknya dilengkapi sebelum anak genap berusia 1 tahun. Saat ini, imunisasi polio lengkap pada jadwal imunisasi nasional meliputi 4 dosis imunisasi bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV) yang diberikan dalam bentuk tetes dan 1 dosis imunisasi Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) yang diberikan dalam bentuk suntikan. Anak yang terlambat imunisasinya, masih bisa dikejar sebelum berusia 5 tahun.

Imunisasi IPV 2 selanjutnya bisa didapatkan di Puskesmas atau posyandu terdekat secara gratis.

“Imunisasi itu penting, imunisasi adalah hak hidup warga masyarakat dunia, termasuk kami di Papua. Untuk itu saya harap dukungan dari semua pihak dalam rangka mensukseskan program ini ke depan. Dan kami harap anak-anak yang ada di Papua telah mendapatkan imunisasi polio”, pungkasnya.[red]