
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Rumah Sakit Umum Daerah Dok II Jayapura membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) handal untuk memperbaiki manajemen yang selama ini kacau balau.
Pelaksana tugas (Plt) Dirut RSUD Dok II Jayapura, Anggiat Situmorang, mengatakan hal paling utama diperbaiki manajemen adalah masalah sumber daya manusia (SDM) yang wajib melayani dengan hati tanpa memikirkan materi apalagi mencari uang sampingan dari proyek.
“Jadi, kita perlu SDM yang rasa melayani harus tinggi dan mereka pun bekerja harus melayani dengan hati tanpa meminta honor satu rupiah pun dari rumah sakit ini, saya berprinsip yang terpenting rumah sakit bisa terlayani dengan baik bukan soal materi,” kata Anggiat Situmorang di Jayapura, Selasa (27/11/2018).
Dia mengakui pelayanan di RSUD Jayapura kerap mendapat komplain dari masyarakat. Kendati begitu, pihaknya terus mendorong dilakukan pembenahan di RSUD Jayapura yang diawali dari perencanaan.
“Saya juga mendorong dalam perencanaan agar dalam penganggaran suatu barang, wajib ke lapangan melakukan survei harga guna menghindari kesalahan. Karena kemarin ada barang yang dianggarkan dengan nilai ratusan juta padahal harga riil milayaran. Nah ini kalau kita bilang perencanaan yang kurang matang,” katanya.
Situmorang juga pastikan setiap pengadaan obat dan makanan serta penggunaan jasa cleaning service, wajib kontrak payung. Dengan demikian, bila ada kekurangan anggaran dapat segera ditutupi.
“Contohnya untuk pengadaan obat. Mulai 2019, sudah saya sarankan mengadakan sesuai dengan kebutuhan fakta yang ada dan berdasarkan kuantitas. Sebab selama ini kan diusulkan anggaran sekian, tapi belum tentu uang itu sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe menilai perlu melakukan pergantian seluruh pejabat di lingkungan RSUD Jayapura, guna membenahi sistem pelayanan maupun pengelolaan keuangan di institusi tersebut.
“Lima tahun saya memimpin dan beberapa kali melakukan pergantian Kepala rumah sakit, Kepala Bagian dan lainnya. Akan tetapi (baik untuk pelayanan dan hal terkait lainnya) tidak ada perubahan,” kata Gubernur Lukas Enembe.
Pada akhirnya sekarang diisi oleh orang Inspektorat. “Sebab saya pikir mau cari orang dimana lagi ya? Lebih baik ganti baru semua. Kita bawa orang baru semua untuk menata kembali rumah sakit ini yang kacau,” jelasnya. [piet]










