UNICEF Bersama Mitra Sosialisasikan Gerakan SAKURA Untuk Cegah Stunting

JAYAPURA, PapuaSatu.com – UNICEF bersama mitra yakni Dinas Kesehatan Provinsi Papua serta yayasan GAPAI Harapan Papua mensosialisasikan gerakan Sa Ukur Anak (SAKURA) dan workshop konsultasi pengelolaan gizi buruk terintergrasi (PGBT) tingkat Provinsi Papua. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Horison Abepura pada Selasa (24/8/21) pagi.

Kepala Yayasan GAPAI Harapan Papua, FX. Irianto mengatakan kegiatan ini adalah suatu kesepakatan atau komitmen dalam pengelolaan gizi buruk terintergrasi. Menurutnya, di Papua masalah kesehatan menjadi masalah terbesar salah satunya pengelolaan gizi.

“Persoalan gizi bayi dan balita itu menjadi persoalan kita bersama sehingga kita ada disini untuk membuat komitmen kita. Semua steakholder harus ikut terlibat sehingga kita mencoba untuk mendapat titik terang, langkah-langkah apa yang kita harus temukan untuk mengatasi persoalan yang terjadi,” katanya dalam sambutan.

Ia berharap dalam pertemuan ini bisa mencapai suatu kesepakatan dan mengambil langkah-langkah untuk kedepannya. “Hasil yang kita harapkan adalah kita mengurangi anak-anak kita terhadap gizi buruk. Pengelolaan nutrisi menjadi penting,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Christina Siregar, M.Kes menyampaikan sosialisasi SAKURA ini gunanya agar masyarakat dilibatkan untuk mengetahui tanda-tanda anak gizi buruk supaya cepat ditangani.

“Caranya adalah dengan melakukan screaning dengan pitalila. Jadi tidak hanya diukur tinggi badan dan berat badan saja  di puskesmas tetapi sekarang kita ajak orang tua sendiri yang bisa mendeteksi anaknya,” ujarnya.

Christina jelaskan, nantinya petugas kesehatan yang akan mengajarkan kepada para kader di puskesmas lalu para kaderlah yang akan mengajarkan masyarakat. Masyarakat juga nanti akan dibekali pitalila.

“Dengan mengukur lengan anaknya sendiri mereka bisa tahu kondisi anaknya apakah cukup gizinya atau kekurangan. Sehingga para orang tua bisa mengantisipasi penyakit dan mencegah anak gizi buruk,” jelas Christina.

Gerakan SAKURA akan diinisiasi di 5 kabupaten/kota di Provinsi Papua yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Tengah dan Kabupaten Mimika. [ayu]