
Kapendam : Dari Keterangan Saksi JA Dipastikan 19 Orang Meninggal Dibunuh KKSB
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Perkembangan yang terakhir didapat PapuaSatu.com terkait kasus pembantaian karyawan PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan pekerja jembatan di Distrik Tigi, Kabupaten Nduga, oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB), dipastikan 19 orang meninggal dunia.
Hal itu sebagaimana diungkapkan Kapendam XVII/Cenderawsih Kolonel Inf. Muhammad Aidi yang mendapat keterangan dari salah satu karyawan PT Istaka Karya berinisial JA yang selamat dari kebiadaban KKSB.
“Menurut Keterangan Saudara JA jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKSB di lereng bukit puncak Kabo adalah 19 orang,” ungkap Kolonel Aidi, dalam keterangan persnya, Rabu (15/12/2018).
JA juga menceritakan kronologis kejadiannya, bahwa pada Hari Sabtu (1/12/2018) seluruh karyawan PT. Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja, karena pada hari itu ada upacara peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaan dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu oleh KKSB bersama masyarakat.
“Sekita pukul 15.00 WIT kelompok KKSB mendatangai Camp PT. Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang keluar, selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat, dikawal sekitar 50 orang KKSB bersenjata campuran standard militer,” ceritanya.
Keesokan harinya, Minggu (2/12/2018) pukul 07.00 WIT, seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo.
Di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi lima saf dalam keadaan jalan jongkok.
Tidak lama kemudian para KKSB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara khas pedalaman Papua, dan secara sadis mereka menembaki para pekerja.
“Sebagian pekerja tertembak mati di tempat, sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah,” lanjut Kapendam.
Setelah itu, KKSB meninggalkan para korban dan melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo.
11 orang karyawan yang pura-pura mati berusaha bangkit kembali dan melarikan diri. Namun malangnya mereka terlihat oleh KKSB, sehingga mereka dikejar.
“5 orang tertangkap dan digorok oleh KKSB (meninggal di tempat), 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbua, 2 orang diantaranya belum ditemukan, sedangkan 4 orang (diantaranya saksi Jimmy Aritonang) selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua,” papar Kapendam.
Rupanya KKSB terus berupaya mengejar, dan Pada Senin (3/12/2018) sekitar pukul 05.00 WIT Pos TNI 755/Yalet tempat korban diamankan, diserang oleh KKSB bersenjata standar militer campuran, panah dan tombak.
“Rupanya mereka tetap melakukan pengejaran. Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah pos, sehingga salah seorang anggota Yonif 755/Yalet atas nam Serda Handoko membuka Jendela, sehingga tertembak dan meninggal dunia,” lanjut Kapendam.
Anggota pos pun membalas tembakan, sehingga terjadi kontak tembak sejak pukul 05.00 WIT, hingga pukul 21.00 WIT.
“Karena situasi tidak berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka pada Selasa (4/12/2018) pukul 01.00 WIT, Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan, saat itulah salah seorang anggota atas nama Pratu Sugeng tertembak di lengan,” ceritanya lebih lanjut.
Satgas Gabungan TNI dan Polri yang berhasil mencapai Distrik Mbua pada Hari Selasa (4/12/2018) pukul 07.00 WIT berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban.
Dari proses evakuasi, pada Selasa (4/12/2018) sekitar pukul 17.45 WIT pasukan gabungan TNI dan Polri berhasil mengevakuasi 12 masyarakat, terdiri dari 4 orang karyawan PT. Istaka Karya, 6 orang petugas Puskesmas Mbua dan 2 orang guru SMP Mbua dengan menggunakan Hellycopter milik TNI AD.
“Diantara mereka terdapat 3 orang karyawan PT. Istaka Karya yang mengalami luka tembak korban kekerasan KKSB dan saat ini sedang dievakuasi ke RSUD Wamena,” ungkap Kapendam.[yat]










