Kapendam : KKSB Kembali Melemparkan Hoax Untuk Sudutkan TNI-Polri

574
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Muh. Aidi

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) kembali menyebar propaganda atau berita bohong (hoax) untuk menyudutkan aparat keamanan Republik Indonesia TNI dan Polri.

Demikian sebagaimana diungkapkan Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi, bahwa KKSB kembali melemparkan issue Hoax yang sangat absrud dan tidak bertanggung jawab.

Hal itu, kata Kapendam, setelah sebelumnya KKSB menyebar issue serangan udara dan bom phosphor di Kabupaten Nduga, serta berbagai macam bentuk propaganda murahan lainnya yang digulirkan oleh pihak KKSB sebagai upaya untuk mencari pembenaran atas tindakan keji pembantaian terhadap puluhan masyarakat sipil di Distrik Yigi Kabupaten Nduga awal Desember lalu.

Kapendam menceritakan, bahwa propaganda KKSB tersebut disebar dan sempat dimuat di media online nasional, dengan narasumber Juru Bicara TPN OPM, Sebby Sambom yang bermukim di Papua New Guinea (PNG).

Dalam pemberitaannya, Sebby Sambom menyatakan bahwa TNI-Polri menyandera rombongan Ketua DPR Nduga yang akan masuk ke Mbua Kompleks.

Dalam pemberitaan media nasional tersebut, Sebby menceritakan bahwa pada 28 Desember 2018, rombongan tim melakukan perjalanan dari Wamena sekitar pukul 10.30 WIT menuju Yigi. Saat sedang berada di Mbua, rombongan disandera oleh TNI-Polri yang berjaga di daerah tersebut.

Selain itu, Kapendam juga mendapat kiriman laporan dari seseorang yang bernama Abola Botac Kogoya yang dikirimkan ke berbagai media besar, yang intinya sama dengan yang diberitakan oleh Sabby Sambon.

“Beberapa Media minta klarifikasi ke saya tentang berita tersebut dan saya berterimakasih atas profesionalisme media yang tidak asal memberitakan suatu informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya,” ujar Letkol Aidi.

Namun demikian, Kapendam menyatakan sangat menyayangkan kepada beberapa media yang hanya sekedar kejar tayang, dengan kepentingan untuk membuat sensasi tanpa berusaha mencari data dan fakta otentik secara bertanggung jawab.

“Institusi TNI-Polri adalah institusi yang sangat terbuka, 1X24 jam kami siap dihubungi untuk klarifikasi,” tandasnya.

“Dan selaku Kapendam mewakili institusi TNI khususnya Kodam XVII/Cenderawasi berulang kali Saya sampaikan ke media bahwa segala pernyataan yang saya keluarkan ke publik saya siap pertanggungjawabkan, baik secara moral maupun secara hokum,” lanjut Kolonel Aidi.

Apalagi, lanjut Kapendam, korban yang dikisahkan dalam ‘dongengnya’ Sabby Sambon itu adalah para pejabat. Tentunya mereka juga dapat dihubungi setiap saat, apakah benar mereka sekarang sedang disandera oleh TNI-Polri.

“Saya berharap bapak Ketua I DPRD Kabupaten Nduga, Alimi Gwijangge dan Ketua II DPRD Kabupaten Nduga, Dinar Kalnea, S.Sos yang disebut oleh Sabby Sambon yang mengaku-ngaku sebagai juru bicara OPM, sedang disandera oleh TNI-Polri mau secara jujur dan terbuka mengklarifikasi informasi ini ke Media Publik, agar tidak muncul persepsi publik bahwa beliau-beliau juga adalah bagian dari pembuat berita hoax tersebut. Menurut Saya ini Sangat penting demi untuk menjaga kredibilitas Bapak selaku pejabat,” imbau Aidi

Kapendam menjelaskan, bahwa fakta yang sebenarnya pada tanggal 24 Desember 2018 adalah telah dilaksanakan misa Natal gabungan TNI-Polri dan masyarakat, dihadiri pebeberapa orang pejabat daerah termasuk ketua PAK Ham Papua, Matius Murib di Distrik Mbua, sekaligus dilaksanakan pembagian bantuan sembako dan hadiah Natal dari TNI-Polri kepada masyarakat.

“Pada tanggal 29 Desember 2018, Gabungan TNI-Polri serta pebajat Pemda dipimpin oleh Wakil Bupati Nduga melaksanakan perayaan Natal di Distrik Dal, Kabupaten Nduga. Yang letak Distrik Dal berada diantara Distrik Mbua dan Yigi,” cerita Kapendam.[yat]