HPI Ke 163, Gubernur Papua Minta Maaf Kepada Para Misionaris

1452
Caption: Pdt.Lipiyus Biniluk,M.Thsaat mengikuti kegiatan bersama Gubernur Papua di waktu kesempatan.
Caption: Pdt.Lipiyus Biniluk,M.Thsaat mengikuti kegiatan bersama Gubernur Papua di waktu kesempatan.

Caption : Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama Pastor Edward Ildefonso dan Ketua FKUB, Pdt Lipius Biniluk, saat mengikuti perayaan HPI ke 163 di Stadiun Mandala Jayapura, Senin (5/2/2018) pagi. (Piet Balubun/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP MH meminta maaf kepada para misionaris dan keluarga yang telah membawa Injil Kristus ke tanah Papua 163 tahun silam.

“Secara resmi saya menyampaikan permohonan maaf kepada para misionari di seluruh Negara di dunia. Saya inginkan seperti ini kalau memang kita ingin meminta ampun dan permohonan maaf kepada para misionaris,” kata Lukas Enembe dalam sambutan saat ibadah Hari Pekabaran Injil ke 163 tahun di stadion mandala, Kota Jayapura, Senin (5/2/2018).

Ke depan, kata Enembe,  pihaknya akan mengundang keluarga para misionaris untuk menyampaikan permohonan maaf kepada anak cucu yang masih ada sampai hari ini.

“Walaupun mereka sudah pulang ke beberapa Negara saya panggil mereka mohon ampun dan minta maaf karena pada saat pemberitaan berita kebenaran ini banyak misionaris menjadi korban, anak – anak mereka terlantar, istri mereka di perkosa para misionaris di bunuh bahkan di makan,” jelasnya.

Dikatakan, pihaknya pernah mengundang keluarga para misionaris yang membawa injil masuk di pedalaman Papua. “Khusus gereja yang masuk di pedalaman saya undang misionaris masih ada 55 orang yang datang di tambah anak – anak dan cucu mereka, karena kebetulan saya lahir dari gereja jadi saya panggil mereka datang,” ungkap Enembe.

Mereka merasakan dimana anak cucu mereka yang datang itu tidak menikmati kehidupan seperti orang lain hidup di negeri mereka tidak merasakan, tapi pindah dari satu kampung ke kampung yang lain itu yang dialami anak cucu para misionaris.

“Saya memahami apa yang mereka rasakan dan itu terbukti pada saat kami menyampaikan permohonan maaf, mereka berdiri dan tunduk mereka menangis, itulah saya rasakan bagaimana penderitaan mereka ada di Provinsi Papua ini kita bersyukur Tuhan sudah membalaskan negeri ini untuk negerinya Tuhan,” katanya.

Enembe menyampaikan akan mencari keluarga anak cucu Otto dan Geisler untuk meminta maaf sehingga harus ada pertobatan yang luar biasa dilakukan orang papua kepada para misionaris anak cucu mereka.

“Oleh karena itu kita sepakat semua kita akan panggil kira bapak otto dan geisler ada anak cucu ka tidak, kalau ada panggil mereka, sehingga betul – betul jangan ada berkat itu jatuh di tanah dan sumber daya alam kekayaan kita di perebutkan orang lain kita tidak bisa merasakan,” ujarnya. [piet/loy]