Ini Komentar Kapolda Papua Soal Sayembara yang Diadakan Walikota Jayapura

631
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar.

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan, khususnya penjambret di Kota Jayapura, Benhur Tomy Mano selaku Walikota Jayapura mengadakan sayembara untuk menangkap pelaku penjambretan hidup-hidup.

Hal tersebut disampaikannya kepada sejumlah wartawan yang menemuinya belum lama ini. Hadiah yang dijanjikan kepada warganya yang berhasil menangkap pelaku penjambretan itu juga tak tanggung-tanggung nilainya.

Hadiah yang dijanjikannya adalah uang tunai sebesar Rp. 25. 000.000,-. Menurutnya para pelaku kejahatan ini telah cukup meresahkan warganya. “Ada warga yang sampai terluka bahkan sampai ada yang meninggal” kata Walikota Jayapura belum lama ini.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan statement yang dikeluarkan Walikota Jayapura itu cukup bagus karena menurutnya hal itu dapat memotivasi warga untuk menjaga keamanan di Kota Jayapura.

“Yang terpenting itu jangan main hakim sendiri. Jadi kalau memang masyarakat melihat ataupun menangkaptangan pelaku penjambretan di jalan pesan saya adalah, tidak boleh menghakimi” tutur Kapolda kepada wartawan di Mapolda Papua, Kamis (05/10).

Ia juga menambahkan, apabila warga tergerak untuk menangkaptangan pelaku kejahatan tersebut karena adanya hadiah yang dijanjikan sebaiknya sesegera mungkin langsung diserahkan pada kepolisian.

“Nah dalam hal tertangkap tangan dan ketika petugas tidak ada karena tergiur hadiah kemudian menangkap pelaku pesan saya, jangan dihakimi dan serahkanlah kepada pihak-pihak yang berwajib dalam hal ini petugas polsek ataupun polres” tambahnya.

Saat ditanyai apakah pihak kepolisian  daerah yang dianggap belum maksimal dalam melaksanakan tugasnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Jayapura, Kapolda mengatakan, “mungkin demikian, karena dianggap tidak maksimal ya pak walikota menstimulan warganya, tapi dari polres selama ini telah berupaya keras untuk menjaga keamanan, hanya memang bisa jadi dalam hal-hal tertentu belum berhasil” ungkapnya.

Lanjutnya, para pelaku kejahatan yang belum tertangkap itu hanya karena masalah waktu saja “karena orang-orang itu keluar biasanya disaat-saat tertentu, jadi para pelaku kejahatan itu adalah orang-orang yang mobiltasnya tinggi jadi ini hanya masalah waktu” tutupnya. (Abe)