Masyarakat Keerom Diminta Lestarikan Budaya

2137
?

Caption Foto – Bupati Keerom Drs. Celcius Watae, MH saat disambut dengan tarian adat Yonggway saat menghadiri pesta adat di Kampung Workwana Distrik Arso Kabupaten Keerom, Kamis (16/11).(Rahayu/PapuaSatu.com)

KEEROM, PapuaSatu.com – Dalam kesempatan menghadiri pembukaan pesta adat Budaya Yonggway Keerom di Kampung Workwana Distrik Arso Kabupaten Keerom, Bupati Keerom, Celcius Watae berpesan kepda seluruh masyarakat Kabupaten Keerom untuk tetap melestarkan adat da budaya, sebagai salah satu asset social yang sangat berharga.

Kehadiran bupati pada pesta tersebut karena kabupaten Keerom juga merupakan anak adat asli Keerom. Pelestarian trasisi budaya tersebut, demi anak cucu kita di masa mendatang.

“Dengan pesta budaya adat Yonggway dilaksanakan di Kampung Workwana Bupati Keerom mengapresiasi, terutama pada Ondoafi Frans Babut yang berjuang sekuat tenaga sehingga bisa menyelesaikan rumah adat,” ujar bupati.

Meskipun pemerintah daerah membantu hanya sedikit, tetapi perhatian pemerintah daerah terhadap adat di Keerom sangat besar, walaupun itu masyarakat adat meminta kepada pemerintah daerah dengan banyak tetapi pemerintah tetap merespon dengan kemampuan dana yang ada.

“Saya meminta kepada masyarakat adat Keerom agar dapat memelihata dengan baik terhadap rumah adat yang ada ini,” pesannya.

Bupati Watae menambahan, bagi anak- anak asli Keerom agar dapat melestarikan nilai-nilai Budaya adat Keerom agar tidak hilang atau tenggelam.

“Karena saat ini anak-anak lebih banyak untuk berjoget dangdut atau dansa. Pada akhirnya nilai- nilai budaya adat mulai ditinggalkan dan dikhawatirkan perlahan-lahan akan hilang atau punah. Tetapi bagaimana mempertahankan nilai- nilai yang telah ada ini, jangan sampai hilang,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Pesta Adat Yonggway, Fring Moisanggu mengatakan, pesta budata adat Yonggway telah dilaksanakan selama Sembilan tahun sehingga diharapkan nilai- nilai budaya harus terus- menerus dilestarikan sampai ke anak cucu kita.

Selain itu, pesta budaya adat adar dapat menjaga kerukunan dan persamaan serta perdamaian kepada semua masyarakat di Kabupaten Keerom.

“Jangan saling membenci dan selalu membawa damai. Ia juga berpesan kepada Bupati Keerom bukan hanya di Kampung Workwana saja tetapi juga dilakukan di kampung- kampung lain,” pungkasnya.(rhy/ahmadj)