Origenes Kaway : Stop Sebarkan Berita Hoax

557
Orgenes Kaway
Orgenes Kaway

Hormati Proses Sengketa Pilkada Di MK yang Sedang Berlangsung.

SENTANI, PapuaSatu.com – Tokoh Adat Kabupaten Jayapura yang juga sebagai salah satu politisi di Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Origenes Kaway mengingatkan agar para pihak yang sering menyebarluaskan informasi diskualifikasi petahana agar stop menipu rakyat.

“Mari kita bersama-sama menghormati semua proses yang berkaitan dengan Pilkada Kabupaten Jayapura yang sedang berlangsung di Mahkama Konstitusi (MK) Republik Indonesia,” ajak politisi Papua yang juga sebagai salah satu Ondoapi dari salah satu kampung di Kabupaten Jayapura.

Dirinya menjelaskan, jangan menyampaikan sesuatu yang belum pasti kepada masyarakat karena masyarakat Kabupaten Jayapura kini menantikan pemimpinnya yang telah dilegitimasikan melalui pemilihan umum yang telah berlangsung.

Sebelum bertindak, lanjut Kaway, harus melihat jumlah perolehan suara. Untuk Kabupaten Jayapura, baik Pilkada, 25 Februari maupun PSU 23 Agustus perolehan suara mutlak di menaangkan oleh Paslon Nomor Urut 2 itu menandakan bahwa rakyat menghendaki paslon tersebut sebagai pemimpinnya.

Origenes juga menghimbau kepada semua rakyat di Kabupaten Jayapura yang mayoritas telah memberikan pilihan kepada Paslon nomor urut 2 untuk bersabar dan menahan diri dengan tidak cepat termakan isu-isu pembusukan yang di hembuskan oleh pihak-pihak lain yang sedang berusaha menjatuhkan petahana.

“Saya mau beritahu bahwa, diskualifikasi memang diatur dalam peraturan tetapi tidak semudah menerapkan diskualifikasi bagi seseoarang sebab, semua akan berjalan dalam banyak pentahapan. Jadi jangan percaya isu diskualifikasi tapi kita fokus pada Sidang MK yang berlangsung,” tandasnya.

Ditambahkan, masyarakat Kabupaten Jayapura adalah masyarakat yang telah dewasa dalam berpolitik sehingga tidak gampang dengan mudahnya para provokator masuk untuk menghancurkan. Kemenangan yang telah nyata lewat pemilihan akan menjadi kemenangan Paslon nomor urut 2 jadi jangan dipolitisir kemenangan itu hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok.(Piet/Abe)