Seleksi Online CPNS di Papua Barat Dihentikan

613
MANOKWARI, PapuaSatu.com – Pemprov Papua Barat untuk sementara menghentikan proses seleksi CPNS melalui sistem online.
Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani dihadapan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Arfak (IMA) Kabupaten Manokwari usai melakukan unjukrasa, di Kantor Gubernyr Papua Barat, Rabu (4/10/2017).
“Saya akan minta kepala BKD untuk dihentikan sementara, supaya apa yang menjadi harapan masyarakat di daerah sini sesuai. Memang masyarakat rasa mengalami kesulitan jika harus dilakuan secara online,”kata Wagub.
Untuk itu, kata Lakotani, pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari win-win solution. Sehingga aspirasi yang dikemukakan bisa disikapi dengan langkah yang tepat.
Dijelaskannya, sesuai Undang-Undang Otonomi Khusu (Otsus), penerimaan CPNS ini sesungguhnya memberikan ruang yang lebih besar kepada orang asli Papua (OAP).
“Tapi mungkin satu atau dua latar belakang pendidikan yang masih minim pada anak-anak Papua, kita mungkin bisa terima dari luar,”ujar Wagub.
Sementara terkait dengan tuntutan para pengunjukrasa terkait penambahan kuota CPNS bagi Provinsi Papua Barat dan menurunkan standarisasi seleksi penerimaan CPNS.
Wagub mengemukakan,  penambahan kuota CPNS itu menjadi kewenangan pemerintah pusat, karena kuota yang diterima diberikan berdasarkan  kebutuhan daerah. Dengan demikian, aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti sesuai kompetensi yang dimiliki oleh pemerintah daerah.
“Kita akan upayakan penambahan kuota tentunya dengan syarat yang harus dipenuhi. Ini membutuhkan proses. Mohon dukungan. Saya pastikan ada tidak lanjut,”tandas Wagub. (Free/Abe)