Uncen Gelar Seminar Pegembangan Investasi Bagi Pembangunan Papua

591

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dalam rangakaian dies natalisnya, Uncen menggelar seminar sehari tentang pengembangan investasi bagi pembangunan Papua.

Dengan tema “Peluang dan tantangan pengembangan potensi Sumber Daya Alam (SDA), Bagi Kesejahteraan Masyarakat Papua”, seminar yang digelar di Grand Abe Hotel, Rabu (22/11/2017), menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Sukmandaru Prihatmono, Ketua IAGI, Praktisi Hukum Hendra Sinadia, Yustinus Prastowo, Direktur Eksekutif CITA, Rektor Uncen Dr. Ir. Apolo Safanpo, MT, Dandy Rafitrandi, Peneliti CSIS.

Seminar yang dihadiri 150-an perserta, kata Rektor Uncen DR. Ir. Apolo Safanpo, MT guna merumuskan rekomendasi bagi pemerintah dan dunia usaha, juga para praktisi maupun peneliti di bidang pertambangan, dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan di berbagai sektor.

“Tujuan kita membangun adalah kesejahteraan rakyat. Tapi kalau kita sudah membangun dengan segala daya dan upaya di berbagai sektor tapi rakyat tidak sejahtera juga, maka kita perlu evaluasi, apakah yang kita lakukan ini sudah on the track untuk mencapai tujuan utama yang kita tetapkan,”  ujar Rektor Uncen saat menutup seminar sehari tersebut.

Dengan demikian, diharapkan dalam program pembangunan yang dilakukan pemerintah maupun pihak swasta dan para ahli di berbagai bidang keilmuan yang ada memiliki arah yang jelas, sehingga tujuan akhir berupa kesejahteraan rakyat dapat dilaksanakan dengan baik.

Kata rector, realita saat ini, pembangunan oleh para kepala daerah tidak punya arah yang pasti.

Ketika seorang kepala daerah menetapkan visi misi, bupati berikutnya menyatakan visi misi itu salah, sehingga membuat visi dan misi baru dalam membangun daerahnya.

“Ini para kepala daerah ini kan berpikirnya kalau saya jadi kepala daerah lima tahun, saya punya visi misi sampai di sini. Nanti bupati berikutnya dia bilang ini, sehingga dia buat visi misi lain lagi. Jadi kita cuma muter di situ. Enggak punya arah haluan yang jelas,” tuturnya.(ahmadj)