Seluruh Sekwan Provinsi se Indonesia Gelar Raker di Papua

2733

Caption : Sekda Provinsi Papua, Herry Dosinaen didampingi Ketua Asosiasi DPRD Se Indonesia H Asep Rahmattulah dan Ketua DPR Papua, Yunus Wonda serta Ketua Adpsi, bersama-sama memukul Tifa sebagai tanda pembukaan Raker Forkom SDPSI di Jayapura, Kamis (8/2/2018) malam. (Loy/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Provinsi Papua menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Pimpinan dan Seluruh Sekwan DPRD Provinsi se Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Sekretaris DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (Forkum SDPSI).

Rapat kerja yang berlangsung di Hotel Horizon Jayapura, pada Kamis (8/2/2018) malam, dihadiri langsung oleh Ketua Asosiasi DPRD Seluruh Indonesia, H Asep Rahmattulah, Sekda Provinsi Papua, Herry Dosinaen, Ketua DPR Papua Yunus Wonda, Ketua Panitia Raker yang Sekwan DPR Papua, DR. Juliana J Waromi SE.M.Si dan seluruh anggota DPR Papua dan Sekwan DPRD se Indonesia.

Dalam sambutannya Ketua Asosiasi  seluruh Indonesia, H Asep Rahmattulah mengatakan,  rapat kerja yang dilakukan Sekwan DPRD Provinsi se Indonesia sangat penting untuk mengevaluasi dan meningkat kinerja sebagai fungsi Sekretaris Kedewanan.

Asep memberikan apresiasi  karena Raker di tahun 2018 diakukan  di Provinsi Papua dan ini suatu kehormatan, sehingga disarankan agar dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di akhir tahun 2018 dilaksanakan di Papua.

“ saya secara pribadi memberikan apresiasi atas kehadiran DPRD  Provinsi seluruh Indonesia serta seluruh pejabat Sekretaris di seluruh Indonesia. Kehadiran bapak dan ibu dalam Raker ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kapasitas serta meningkatan peran organisasi Forkom SPDSI,” katanya.

Bahkan, menurutnya, Rapat Kerja pada tahun ini sangat penting mengingat tema yang di usung “ Mengoptimalisasi Peran Sekretaris DPRD dalam rangkat meningkatkan kewenangan DPRD terutama perencanaan pembanguann daerah”.

“ orang selalu beranggapan bahwa fungsi Sekwan DPRD disebut pejabat tinggi  tapi bukan, Pejabat Pemerintah juga bukan, bahkan sering melakukan yang bukan-bukan. Jadi saya katakan  dengan tema-teman anggota DPRD bahwa kita adalah status untuk memberikan pelayan yang lebih maksimal,” tukasnya.

Untuk itu, mengajak  kepada seluruh Sekwan Provinsi se Indonesia untuk tetap terus melakukan perencanaan untuk kepentingan Pemeirntah  daeran dan memberikan pelayanan untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Asep  mengutarakan, dalam agenda penyusunan  rancangan Pemerintah Daerah dengan Permendagri nomor 26 tahun 2017 tentang  cara perencanaan dan pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah,  tata cara evaluasi Perda tentang RPJPD dan  RPJMD.

Oleh karenanya, ia mengajak kepada Sekwan untuk tetap tahan  banting dan tahan Kuping, karena memang harus melayani seluruh kepentingan anggota DPRD dengan berbagai macam karakter dan juga emosional masing-masing, apalagi anggota DPRD sering marah karena kurang SPPD.

Apalagi Gubernur Papua tidak menandatangani SK pada bulan Pertama atau Tree wulan pertama belum ada titik terang untuk pembayaran, sehingga selalu mendapatkan protes kepada Sekwan. Bahkan, saat ini menggunakan sistim rekening. “ ini yang jadi protes, dan Sekwan yang dimarahi,” katanya.

Untuk itu, ia berharap Rapat Kerja yang dilakukan pada tahun 2018 ini menghadirkan formulasi bagaimana  Sekwan  Provinsi bisa memainkan perannya sehingga Sekretaris DPRD Provinsi merupakan bagian dari Provinsi  dan dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan kewenangan serta fungsi-fungsi yang dimilikiya, baik itu fungsi anggaran, pengawasan maupun legislasi.

Asep pun berharap agar dengan aspirasi-aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui para anggota DPRD melalui pokok-pokok pikiran yang disampaikan kepada Gubernur bisa menjadi bagian penting dalam menyusun  rencana kerja pemerintah daerah.

“ beberapa materi yang akan disampaikan  oleh Narasumber Kementerian Dalam Negeri bisa terjadi keakraban para pejabat di lingkungan DPRD seluruh Provinsi Indonesia. Dengan keakraban dan komunikasi diharapkan bisa mencari solusi persoalan-persoalan yang dihadapi aparatur dan DPRD,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Papua Herry Dosinaen mengatakan, Rapat Kerja yang dilakukan oleh seluruh Sekwan DPRD Provinsi Se Indonesia diharapkan ada inisiasi untuk melihat kearifan lokal, bergagai regulasi yang aplisasi daerah-daerah, termasuk di Papua.

” di Papua cukup banyak pergumulan sehingag diharapkan ada satu konsep dan pemikiran sehingga bisa mengkomunikasikan dengan forum lain sehingga menyatukan pikiran-pikiran dalam membangun sebuah daerah,” katanya.  [loy]