Dinas Perpustakaan Kota Jayapura Siapkan Pustaka Digital

1747
Wali Kota Jayapura, DR, Benhur Tommi Mano, MM saat meninjau Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Jayapura, Senin (11/9/2017) Pagi Kemarin. (Dolf/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Guna mencapai dan dan mewujudkan Kota Jayapura sebagai “Smart City” atau Kota Cerdas, berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Jayapura, salah satu menghadirkan Pustaka Digital (Padi) di Kota Jayapura.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Jayapura, Amos Salosa, mengatakan, pengolahan perpustakaan berbasis digital atau perpustakaan online ini sangat membantu masyarakat untuk membaca dan mengakses perpustakaan secara luas tanpa batas.

Untuk itu, dengan menghadiran PADI di Kota Jayapura merupakan salah satu upaya yang kini tengah dipersiapkan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Jayapur, sehingga diharapkan dapat segera diluncurkan tahun 2018 mendatang.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan Perpustakaan Nasional. Kami di daerah diharapkan agar Kota Jayapura menjadi salah satu daerah yang memiliki perpustakaan digital,” kata Salosa.

Salosa menjelaskan, selain dapat diakses secara luas tanpa batas maka dengan adanya PADI akan menambah sekaligus melengkapi perbendaharaan buku yang belum dimiliki di perpustakaan daerah Kota Jayapura.

“Untuk memenuhi kebutuhan buku yang tidak kita miliki, kita bisa langsung berkoneksi dengan Perpustakaan Nasional dan melalui Padi kita bisa lansung mendapat distribusi buku apa saja sesuai permintaan kita,” ujar Salosa menambahakan.

Selain itu, tambah  Salosa, meski saat ini Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Jayapura telah memiliki kurang lebih lima unit sarver namun sarver tersebut belum bisa dipersiapkan dan difungsikan secara maksimal dikarenakan ketersediaan tenaga teknis yang terbatas di perpustakaan.

Sebab menurutnya, yang menjadi kendala ialah pengadaan judul buku-buku digital yang dibutuhkan, harga judul buku yang dibandroll untuk PADI oleh Perpustakaan Nasinol sangat tinggi hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Belum termasuk sedikitnya tenaga teknis kita di Perpustakaan, namun yang menjadi kendala kita disini ialah masalah anggaran untuk pembelian judul buku digital yang kita butuhkan, karena harganya mencapai 200 sampai 300 juta untuk 1000 judul buku.

Untuk itu dalam rangka mendukung terwujudnya “Smart City”, Salosa berharap agar program yang kini tengah dipersiapkan dapat menjadi salah satu program yang nantinya akan mendapat perhatian serius serta kebijakan oleh Wali Kota Jayapura, DR, Benhur Tomi Mano, MM, (BTM) selaku Kepala Daerah. (Dolf/Nius)